Tambang Rakyat Harus Bebas Merkuri

0
90
ilustrasi tambang emas (pixabay.com)

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk membangun fasilitas pengolahan emas bebas merkuri. Pilot project ini akan dibangun di wilayah pertambangan rakyat di Kampung Sampay, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.

Pembangunan ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Nasional Penghapusan Merkuri pada Penambangan Emas Skala Kecil (PESK). Pengelolaan fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada bulan November 2017 ini dilakukan penambang rakyat setempat dengan pendampingan penuh oleh KLHK.

Kerjasama ini merupakan salah satu poin Nota Kesepahaman (MoU) KLHK dengan Pemkab Lebak dalam Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun. MoU tersebut ditandatangani oleh Dirjen Pengelolaan Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Tuti H. Mintarsih, sebagai perwakilan KLHK, dengan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Kamis (27/04/2017).

Dirjen PSLB3 KLHK  Tuti H. Mintarsih berharap pembangunan fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang baik. “Saya juga mengharapkan pencemaran akibat kegiatan pertambangan emas di Kabupaten Lebak bisa berkurang. Untuk saat ini, baru satu alat saja yang dapat kita bantu,” ujar Tuti.

Lebak dipilih menjadi lokasi pilot project ini karena besarnya potensi perluasan dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh merkuri di wilayah ini. Dengan aliran sungainya yang terbanyak di Jawa bagian barat,  Lebak memiliki sejarah panjang dalam kegiatan pertambangan emas. Para penambang emas di lokasi tersebut mayoritas telah memiliki Izin Pertambangan Rakyat.

Sugiharto