Belimbing Wuluh yang Penuh Khasiat

0
1601
(tokopedia.com)

Nama tumbuhan belimbing sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia karena tanaman ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, baik untuk kegiatan sayur menyayur ataupun untuk disantap langsung .

Tanaman belimbing sendiri terdiri atas berbagai jenis, ada belimbing manis dan ada juga belimbing wuluh. Yang akan dibahas dalam rubrik ini adalah belimbing wuluh.

Belimbing wuluh, belimbing buluh, belimbing botol, belimbing besi, atau belimbing asam) merupakan sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya yang memiliki rasa asam yang sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.

Persebaran tanaman ini di Indonesia meliputi hampir seluruh wilayah nusantara seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura, Bali, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Untuk budidaya belimbing wuluh yang benar dapat dilakukan dengan cara menyetek batangnya dengan langkah-langkah sebagai berikut

Pilih pohon belimbing wuluh yang telah terbukti berbuah lebat.Potong salah satu batangnya yang tidak terlalu muda dan juga jangan terlalu tua.Rendam batang belimbing wuluh yang dipotong ke dalam larutan perangsang pertumbuhan akar selama 1 malam.

Setelah itu siapkan media tanam berupa pot besar, isi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang. Tancapkan potongan batang belimbing wuluh langsung ke pot. Lakukan penyiraman, serta usahakan penanaman dilakukan awal musim hujan agar kondisi lingkungan lembab sehingga batang belimbing wuluh tidak kering.

Selain untuk bahan sayur mayur, belimbing wuluh memiliki berbagai macam manfaat dan sangat baik untuk kesehatan serta kecantikan. Berikut merupakan manfaat dari belimbung wuluh, yaitu:mengobati batuk, mengatasi diabetes, mengobati sakit gigi, mengatasi jerawat, mengatasi panu, mencegah hipertensi, mengatasi sariawan.

Untuk mengobati serangan batuk,  ambillah 20 kuntum bunga belimbing wuluh ditambahkan empat butir bawang merah, enam lembar daun galing, tiga sirip daun kedondong, 10 lembar daun saga, dua jari akar sangket, satu sendok teh adas, satu jari pulosari, tiga jari gula enau lalu dicuci dan dipotong-potong seperlunya kemudian direbus  dengan empat gelas air  hingga tersisa ¾ nya. Setelah itu didinginkan  dan disaring lalu diminum. Cara pemakaiannya adalah  tiga kali sehari  setiap kali minum ¾ gelas.

Untuk mengobati penyakit batuk rejan, ambillah 10 buah belimbing wuluh  lalu dicuci bersih dan ditumbuk halus kemudian diremas dengan dua sendok makan air garam. Setelah itu diperas dan disaring lalu diminum. Cara pemakaiannya adalah dua kali sehari, setiap kali minum 1-2 sendok makan.

Sementara untuk mengobati penyakit encok, ambillah lima buah belimbing wuluh ditambah delapan lembar daun kantil, 15 kuntum bunga cengkeh, 15 butir lada hitam lalu dicuci bersih  dan ditumbuk halus kemudian diremas-remas  dengan dua sendok makan jeruk nipis  dan satu sendok makan minyak kayu putih. Setelah itu dioleskan pada bagian tubuh  yang sakit. Cara pemakaiannya dua kali sehari.

Sedangkan untuk mengobati penyakit radang kelenjar beguk atau gondok,  ambillah 10 ranting muda beserta daun belimbing  wuluh, ditambah empat buah bawang merah lalu dicuci bersih dan ditumbuk halus, kemudian ditapalkan  pada bagian tubuh  yang terkena gondokan. Cara pemakaiannya adalah dua kali sehari

Cara lainnya adalah ambillah 20 buah belimbing wuluh ditambahkan 10 butir bawang merah lalu dicuci bersih dan ditumbuk halus, kemudian diremas-remas dengan satu sendok makan  gandapura. Setelah itu dioleskan  pada bagian tubuh yang sakit. Cara pemakaiannya adalah dua kali sehari. AI


Indonesia yang memiliki ratusan juta hektar hutan menyimpan kekayaan flora dan fauna yang tidak ternilai harganya. Dalam rangka mensosialisasikan hasil kekayaan alam Indonesia itu, Agro Indonesia menggandeng Yayasan Sarana Wana Jaya (SWJ) Jakarta guna memuat secara berseri mengenai tumbuhan obat. Yayasan SWJ Jakarta selama ini bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan IPB dan Fakultas Kehutanan UGM untuk mengumpulkan tumbuhan obat dan semua itu sudah menjadi sebuah buku.