TNI Kawal Sapi Indukan

0
146
ilustrasi ternak sapi (pixabay.com)

Kementerian Pertanian, dalam hal ini Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), menggandeng TNI AD untuk mengawal program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB).

Selain itu, kerjasama ini juga untuk mengawal sapi indukan impor yang dibagikan kepada peternak. Kabarnya, sapi indukan ini sudah tidak utuh lagi, entah karena hilang, dipotong atau mati.

“Ke depan kita benahi. Kita tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Dengan kerjasama ini, kita akan data populasi ternak sapi, termasuk sapi indukan yang kita impor tahun lalu,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan,  I Ketut Diarmita.

Ketut mengemukakan  hal itu usai penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan  dengan  Asisten Teritorial Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Aster TNI AD) di Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Tahun 2017, Kementan impor sapi indukan sekitar 4.700 ekor. Sapi ini dibagikan ke peternak, dengan harapan dapat menambah populasi sapi. Namun, kabarnya sapi indukan ini jumlahnya sudah berkurang.

Ketut tidak menyebutkan berapa jumlah pengurangannya. Namun, sapi indukan itu sudah ada yang melahirkan sekitar 200 ekor.“Kerjasama ini dilakukan untuk mempercepat pencapaian kecukupan pangan hewani asal ternak, termasuk di dalamnya keberhasilan Upsus Siwab,” kata I Ketut Diarmita.

Pada tahun 2017, telah ditargetkan kebuntingan ternak sapi dan kerbau mencapai tiga juta ekor. Selain dari kelahiran anak sapi/kerbau, target lain yang akan dicapai adalah menurunnya angka penyakit gangguan reproduksi dan menurunnya pemotongan sapi betina produktif.

“Untuk mensukseskan pelaksanaan Upsus Siwab, kami perlu dukungan dan sinergi dengan program atau kegiatan TNI yang bertujuan untuk peningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia,” kata Ketut. Karena itu, Ketut berharap TNI dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau.

Deklarasi ini menunjukkan adanya komitmen bersama antara Kementerian Pertanian dan TNI AD untuk bekerjasama melaksanakan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau. Dalam kerjasama ini, Ditjen PKH Kementan dan TNI-AD akan bersama-sama menggerakan peternak dan petugas teknis dalam pelayanan Upsus Siwab.

Kedua belah pihak juga akan meningkatkan kapasitas aparatur, personil TNI AD (Babinsa), dan peternak dalam rangka pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab. Selain itu, melakukan pendampingan kegiatan Upsus Siwab dalam pengembangan sapi dan kerbau, terutama untuk pengembangan perbibitan sapi Brahman Cross eks impor yang ada di Aceh, Sumatera Utara dan Riau.

Dikatakan, pelaksanaan kerjasama ini nantinya akan ditindaklanjuti wakil Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak dan Direktur Pakan, sedangkan dari pihak Aster TNI AD, yaitu Perwira Pembantu III/Perlawanan Wilayah Staf Teritorial Angkatan Darat (Paban III/Wanwil Sterad). “Kepada para wakil yang ditugaskan agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sehingga tujuan kerjasama ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Ketut.

Jamalzen