Kendaraan Pedesaan Pacu Kinerja IKM Komponen

0
44

Program kendaraan pedesaan akan menjadi peluang besar bagi industri kecil dan menengah (IKM)  komponen otomotif di dalam negeri untuk meningkatkan kinerja usahanya.

“Program kendaraan pedesaan itu sangat besar potensinya bagi IKM komponen otomotif,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah  (IKM) Kementerian Perindustrian  Gati Wibawaningsih di sela acara Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Supplier APM di, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Menurut Gati, program kendaraan pedesaan terus dipercepat realisasinya oleh pemerintah. saat ini sudah ada tujuh instansi yang menyatakan keinginannya untuk terlibat dalam program tersebut.

“Ada tujuh instansi yang menyatakan ikut serta, di antaranya Kementerian Desa dan Kementerian Pertanian,” paparnya.

Dia menyebutkan, lewat program kendaraan pedesaan, nantinya IKM komponen otomotif dapat menjadi pemasok komponen-komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi mobil pedesaan.

“IKM akan memasok komponennnya sedangkan blok mesinnya dari industri besar,” ujar Gati.

Sementara itu ketika membuka acara Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Supplier APM, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok Agen Pemegang Merek (APM). Upaya ini bertujuan agar IKM dan industri besar bisa saling bersinergi sehingga menguntungkan kedua belah pihak.

“Dalam kemitraan ini, IKM dapat memperoleh kepastian pasar dan pasokan bahan baku serta mendorong IKM melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas, sistem manajemen, peningkatan SDM, akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lainya sehingga lebih berdaya saing,” kata Menperin

Menurut Airlangga, perkembangan industri otomotif di Indonesia saat ini terus berada pada angka positif. Hal ini terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk kendaraan roda empat, di mana penjualan mobil sepanjang Januari-Agustus 2017 mencapai 715.291 unit. Capaian ini meningkat sebesar 3,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 690.200 unit.

Selain itu, menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional pada September 2017 sebesar 546.607 unit atau relatif stabil dengan tahun sebelumnya. “Strategi kemitraan merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM yang mandiri,” tegas Airlangga.

Saat ini, terdapat 416 sentra IKM komponen otomotif yang tersebar di Kabupaten Tegal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Juwana, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung. Selanjutnya, sekitar 123 IKM tergabung dalam Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO). Buyung