Di Tahun Politik, Industri Mamin Bisa Tumbuh di Atas 10 %

0
43
????????????????????????????????????

Tahun 2018 yang dikenal sebagai tahun politik karena banyaknya kegiatan pemilihan kepala daerah (pilkada) menjadi berkah bagi industri makanan dan minuman (mamin). Dengan asumsi akan banyak dana yang beredar serta aturan yang memudahkan kegiatan usaha, industri mamin berpotensi tumbuh di atas 10% di tahun ini.

“Trennya memang pertumbuhan industri mamin di atas 7 persen, dengan catatan adanya aturan atau kebijakan yang mendukung peningkatan produksi. Kami memproyeksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8-9 persen, sebagai target moderat,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto seusai acara Diskusi Media di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Berdasarkan catatan Kemenperin, laju industri mamin pada triwulan III tahun 2017 mencapai 9,46 % atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,06 % di periode yang sama. “Jadi, rata-rata kuartal I-III tahun 2017, sektor ini diperkirakan sebesar 8,24 persen,” ujar Panggah.

Menurutnya, selama ini industri mamin berkontribusi signifikan kepada pertumbuhan ekonomi nasional, terutama sumbangsihnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas. Pada triwulan III/2017, tercatat industri mamin memberikan hingga 34,95 % atau tertinggi dibandingkan capaian subsektor lainnya.

Kemudian, sumbangan besar lainnya terlihat dari nilai ekspor produk mamin pada tahun 2017 mencapai 31,8 miliar dolar AS (termasuk minyak kelapa sawit). Adapun di luar minyak kelapa sawit, sebesar 11,5 miliar dolar AS. “Sehingga neraca perdagangan mengalami surplus bila dibandingkan dengan nilai impor produk mamin pada periode yang sama sekitar 9,88 miliar dolar AS,” tutur Panggah.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia  (GAPMMI) Adhi Lukman juga optimis akan lonjakan pertumbuhan industri mamin di tahun 2018 ini, Bahkan dia berani memprediksikan pertumbuhan industri mamin di tahun ini akan mencapai angka di atas 10%.

“Tahun 2018 adalah tahun politik, di mana umumnya uang beredar akan meningkat dan diharapkan dapat pula mendongkrak konsumsi makanan dan minuman. Pemerintah perlu memastikan Pilkada yang dilaksanakan di 171 wilayah berlangsung aman dan damai,” paparnya

Dia memperkirakan peningkatan pertumbuhan industri mamin itu mayoritas berasal dari kinerja industri mamin di dalam negeri dan sebagian lagi dari kegiatan ekspor.

“Kinerja industri mamin di dalam negeri akan memberikan kontribusi sekitar 70 persen sedangkan kinerja ekspor mamin menyokong 30% bagi pertumbuhan industri mamin di tahun ini,” ujar Adhi.

Dia mengakui kalau pertumbuhan ekspor mamin sulit dipacu mengingat produk mamin Indonesia masih kalah bersaing dengan produk serupa dari negara ain serta    adanya perlakuan yang berbeda oleh sebuah negara terhadap produk mamin impor dari sejumlah negara.

“Misalnya, ada negara yang memberikan kemudahan bagi masuknya produk mamin dari negara yang terikat dengan perjanjian perdagangan dengan negara itu. Sementara produk mamin Indonesia jika masuk ke negara itu, mendapatkan perlakuan lebih sulit karena Indonesia belum punya perjanjian perdagangan dengan negara tujuan,” kata Adhi.

Untuk itu, Adhi meminta agar pemerintah lebih aktif lagi dalam memudahkan kegiatan ekspor dengan menjalin perjanjian perdagangan dengan negara-negara yang selama ini memiliki potensi besar untuk dimasuki produk mamin Indonesia.Buyung