Impor Harus Dibarengi Naiknya HPP Beras Petani

0
142
Direktur Kajian Strategis Kebijakan Pertanian (KSKP), Institut Pertanian Bogor (IPB) Dodik Ridho Nurrochmat (tengah)

Direktur Kajian Strategis Kebijakan Pertanian (KSKP), Institut Pertanian Bogor (IPB) Dodik Ridho Nurrochmat menyatakan, impor beras dapat menjadi persoalan serius. Impor beras akan mempengaruhi harga di tingkat petani, dikarenakan panen raya akan terjadi dalam waktu dekat.

“Agar tidak terjadi perdebatan berlarut-larut dan tidak berujung pada konvergensi yang solutif. IPB memberikan rekomendasi terkait pengolahan beras, ” kata Dodik saat jumpa pers di Bogor, Senin (22/01/2018).

Menurut Dodik, pemerintah perlu  melakukan langkah-langkah rekomendasi strategis jangka pendek, jangak menengah, dan jangka panjang terkait pengelolaan beras nasional.

Hal yang perlu dilakukan yaitu pertama, menjamin ketersediaan stok beras. Kedua, menjamin tidak terjadi penurunan harga beras secara drastis. Pasalnya, hal tersebut akan merugikan petani.

“Memang saat ini impor beras harus dilakukan untuk menjaga stok beras nasional. Di sisi lain, juga harus dijamin impor beras tidak merugikan harga di tingkat petani,” jelasnya.

Dodik menjelaskan, pemerintah harus menaikkan Harga Pembelian Pemerintah  (HPP) saat beras impor  masuk Indonesia, agar harga jual petani tidak jatuh sehingga petani dapat menikmati keuntungan pada saat panen raya.

“Impor beras harus dibarengi dengan naiknya HPP karena petani sudah menikmati harga pembelian jangan sampai berkurang karena impor,” ungkapnya.  Sabrina