Menteri Airlangga Tinjau Pabrik Rayon Terbesar di Indonesia

0
324
Menperin Airlangga Hartarto saat melihat contoh hasil produksi rayon Asia Pacific Rayon (APR)

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke Provinsi Riau, Minggu (21/1/2018), untuk melihat kemajuan pembangunan pabrik Asia Pacific Rayon (APR) yang merupakan pabrik rayon terintegrasi terbesar di Indonesia.

Dengan nilai investasi sekitar Rp10,9 trilliun dan kapasitas produksi hingga 350.000 ton per tahun, pabrik APR secara strategis mendukung perkembangan industri tekstil nasional mengurangi ketergantungan impor atas bahan kapas dan rayon ke Indonesia.

Demikian siaran pers yang dirilis, Minggu (21/1/2018). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Airlangga mengapresiasi investasi dan komitmen APR yang telah mendukung agenda pemerintah terhadap industri strategis tekstil Nasional agar bisa berkompetisi di pasar global.  Selain berorientasi pada aspek hilirisasi, pabrik APR ini juga mampu menciptakan lapangan kerja baru untuk memenuhi pasar domestik. Sebanyak 4.230 tenaga kerja baru diserap pada tahap pembangunan dan 1.218 kesempatan kerja tersedia pada tahap operasional.

Pendirian pabrik APR ini juga berpotensi meningkatkan PDB Propinsi Riau sebesar 1,49% dari sektor non-migas serta mendorong geliat UMKM di berbagai sektor usaha yang terlibat dalam kegiatan operasional pabrik. Hal ini akan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan, terutama di Propinsi Riau dan Indonesia pada umumnya.

Direktur APR, Thomas Handoko berharap pabrik rayon terintegrasi terbesar di Indonesia ini dapat memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial bagi seluruh pihak, terutama masyarakat sekitar.  Hal yang tak kalah penting adalah seluruh produk tersebut berasal dari 100% pasokan tanaman terbarukan serta bersertifikat internasional dan legal.

Serat rayon adalah dari tumbuhan alami dan memiliki daya serap dan udara yang lebih baik dari katun. Produk yang dihasilkan APR dapat diaplikasikan ke berbagai macam industri, seperti alas tidur, pakaian, handuk, tisu basah untuk bayi, masker dan produk kebersihan lainnya.

Thomas Handoko lebih lanjut menjelaskan dengan meningkatnya produksi serat rayon di Indonesia, APR akan mendukung rantai nilai produksi tekstil dalam negeri, mengurangi impor bahan baku dan memastikan daya saing kompetitif Indonesia secara global.

Selain meninjau pabrik rayon terintegrasi terbesar di Indonesia ini, Menteri Airlangga menyaksikan penandatanganan Perjanjian kerjasama dan membangung gedung baru program Vokasi Pulp & Paper senilai Rp24,8 miliar antara PT Riau AndalanPulp & Paper (RAPP), unit operasional Grup APRIL, Tanoto Foundation bersama Universitas Riau.

Pembangunan gedung dan pra sarana perkuliahan serta fasilitas laboratorium lengkap ini diharapkan mampu memberi kontribusi kepada negara tidak hanya secara ekonomi, namun juga pembangunan kualitas sumber daya manusia  agar Indonesia memiliki kompetensi dan daya saing khususnya di bidang industri pulp dan kertas. Sugiharto