Demi Asian Games, Satuan Pemadam Kebakaran Hutan Anggota APHI Siaga

0
161
Peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui udara (foto: istimewa)

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan para anggotanya yang merupakan pemegang izin konsesi kehutanan  berkomitmen penuh mendukung sukses penyelenggaraan Asian Games 2018 yang bebas dari asap kebakaran hutan dan lahan. “Sejak tahun 2016 lalu, pasca bencana El Nino 2015, para pemegang izin konsesi terus berupaya meningkatkan  kinerja dalam  penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo, di Jakarta,  Jumat (9/2/2018).

Indroyono menyatakan,  dengan kerja sama dan dukungan para pihak pada tahun  2016 dan 2017,   hot spot dan kejadian kebakaran hutan dan lahan menurun signifikan. “Instrumen pencegahan dini,  kesiapan  sarana, peralatan dan satgas di lapangan serta  penguatan sosial masyarakat di sekitar konsesi menjadi faktor kunci efektivitas pencegahan dan pengendalian karhutla,” ujar Indroyono.

Indroyono memberikan gambaran respons pemegang konsesi HTI saat ini.  Informasi harian dan mingguan “Fire Danger Rating System” dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dipakai sebagai data awal prakiraan kebakaran hutan dan lahan hingga tingkat Kabupaten.  Antisipasi kebakaran ditingkatkan dengan mengkaji citra satelit NOAA yang lewat diatas wilayah konsesi setiap 12 jam sekali.

Posisi lintang-bujur hotspot yang diperoleh dari citra satelit segera dianalisis dan dapat diketahui secara cepat apakah posisi hot spot berada di areal konsesi atau di wilayah “open access”. “Hasil analisis citra satelit tersebut segera dikirim ke menara-menara pantau guna memastikan ada atau tidaknya kebakaran, dan selanjutnya Tim segera digerakkan ke lapangan saat diketahui bahwa hot spot tadi adalah kebakaran kecil dan langsung dipadamkan,” jelas Indroyono.

Menghadapi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, satuan-satuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan milik para Anggota APHI disiagakan mulai akhir Maret 2018.  Ini sejalan dengan  hasil kajian beberapa tahun terakhir yang memperlihatkan adanya dua periode musim kemarau di wilayah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, yang pertama pada kurun April–Juni dan yang kedua pada Agustus–Oktober. Sementara BMKG memprakirakan,  tahun  2018 adalah kemarau basah, yang terjadi pada sekitar pertengahan tahun.

”Karena menyangkut nama baik bangsa dan negara, APHI  dan anggotanya akan all out agar  penyelenggaraan Asian Games, yang dimulai pada pertengahan Agustus 2018, berlangsung sukses dan lancar tanpa gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” kata Indroyono. Sugiharto