Laba Kopkarhutan Naik 7,22%

0
889
Sekjen KLHK Bambang Hendroyono didampingi Ketua Kopkarhutan M Awriya Ibrahim (kiri) menyerahkan apresiasi kepada mantan Menteri Kehutanan Djamaludin Suryohadikusumo pada RAT Kopkarhutan, Kamis (22/2/2018).

Koperasi Karyawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kopkarhutan) mencatat laba sebesar Rp6,50 miliar pada tahun 2017 atau naik 7,22% dibandingkan catatan pada tahun 2016 yang sebesar Rp6,06 miliar. Dari catatan laba tersebut, akan dibagikan kepada anggota sebanyak Rp4,87 miliar dalam bentuk jasa simpanan anggota (JSA), dan Rp716,4 juta dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Sementara 912,6 juta akan dialokasikan untuk Simpanan Wajib Khusus (SWK).

Demikian dijelaskan Ketua Kopkarhutan M  Awriya Ibrahim saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopkarhutan ke 48 Tahun Buku 2017 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (22/2/2018). “Dengan dukungan dari pimpinan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mitra kerja dan peran serta anggota yang semakin meningkat, kami optimis, kinerja Kopkarhutan bisa terus ditingkatkan,” kata dia.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen Kementerian LHK Bambang Hendroyono yang mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya, Asisten Deputi Bidang Keanggotaan Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM Untung Tri Basuki, Ketua Umum Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia Jakarta, Hasanuddin. Turut hadir mantan Menteri Kehutanan Djamaludin Suryohadikusumo.

Awriya menuturkan, laba yang diperoleh tersebut berasal dari pendapatan koperasi yang sebesar Rp14,1 miliar. Selain dari jasa pinjaman, pendapatan berasal dari usaha seperti lahan parkir, toko serba ada, dan  aneka usaha lain. “Sepanjang tahun 2017, Kopkarhutan menyalurkan pinjaman berbagai jenis senilai Rp51,8 miliar,” kata dia.

Awriya menuturkan, pada tahun ini pengurus Kopkarhutan berencana untuk meluncurkan jenis pinjaman baru yaitu pinjaman darurat. Pinjaman ini bisa cair secara instan jika ada kebutuhan darurat.

Alokasi dana yang disiapkan saat ini sebesar Rp300 juta. Sementara plafon bagi peminjam akan disesuaikan dengan kebutuhan dan penilaian. Pastinya, pinjaman sampai dengan Rp3 juta dipastikan bebas jasa pinjaman sampai dengan tiga bulan. “Pinjaman darurat bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu misalnya jika ada kecelakaan,” katanya.

Didirikan sejak tahun 1964, saat ini anggota Kopkarhutan mencapai 5.219 orang. Mereka umumnya adalah pegawai KLHK dan tidak hanya yang berkantor di Jakarta saja. Sugiharto