Daging Ayam Olahan Indonesia Tembus Pasar Jepang

0
78

Indonesia untuk pertama kali mengekspor daging ayam olahan (naget)  ke Jepang sebanyak 6 Ton. Pelepasan ekspor ini dilakukan oleh Menteri Persagangan, Enggartiasto Lukita, di Jonggol, Kabupaten Bogor Jawa Barat,  Kamis (22/3/2018).

“Saya sampaikan penghargaan kepada Belfoods yang memproduksi naget ayam yang kita ekspor ini. Belfoods menjadi perusahaan pertama yang mengekpos naget ayam ke Jepang,” katanya.

Jepang dipilih menjadi negara tujuan ekpos naget karena potensi pasar yang sangat besar. Konsumsi produk olahan berbasis unggas di Jepang mencapai 2 miliar dolar AS/tahun. Namun saat ini masih didominasi Tiongkok dan Thailand.

Sementara itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmirta mengatakan pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor berbagai komoditas strategis pertanian, salah satunya adalah daging ayam olahan.

“Kebijakan Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia pada Tahun 2045 menjadi Lumbung Pangan di Dunia sedikit demi sedikit ingin kita buktikan,” katanya.
Dia menyebutkan hari ini kita melepas ekspor perdana dengan jumlah sekitar 6,571 ton ke Jepang yang merupakan langkah awal untuk menuju ekspor berikutnya.

Ketut Diarmita menyebutkan, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada daging ayam, telur dan DOC bahkan telah mampu mengekspor telur ayam tetas (hatching eggs) ke negara Myanmar, serta mengekspor daging ayam olahan ke Papua Nugini dan saat ini ke Jepang.

Menurutnya, negara Jepang terkenal sebagai negara yang memegang prinsip keamanan pangan yang tinggi. “Kami mengapresiasi kepada PT Belfoods Indonesia karena dapat memproduksi produk olahan asal unggas dengan menerapkan standar internasional sesuai permintaan dari Negara Jepang,” ungkapnya.

Dengan mulai terbukanya akses pasar ke Jepang, Dirjen PKH berharap PT Belfoods Indonesia terus dapat menjaga kualitas dan meningkatkan kuantitas pengiriman produk ekspornya. Selain itu juga harus mampu menghadapi persaingan dengan produk Thailand, Cina, dan Brazil yang sudah masuk di Jepang duluan.

Ketut Diarmita mengatakan, Ditjen PKH selaku Otoritas Veteriner telah memastikan produk yang akan dikirim ke Jepang merupakan produk unggas yang berasal dari Farm yang bebas outbreak penyakit Avian Influenza (AI).

“Produk yang akan diekspor ini berasal dari peternakan ayam yang telah mendapatkan Sertifikat Kompartemen bebas penyakit AI dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan kesehatan Hewan,” katanya.

JAMALZEN