Keunikan Bunga Bangkai Raksasa

0
51
Dr Agus Susatya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menanam bunga kibut atau populer sebagai bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) di arboretum Lukito Daryadi, kompleks Manggala Wanabhakti, Jakarta, Kamis (15/3/2018) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan 2018.

Bunga kibut yang ditanam sebanyak 6 umbi diambil dari hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Bukit Daun, Bengkulu Utara. Selain enam umbi tersebut juga ditanam satu batang Amorphophallus hasil perbanyakan kultur jaringan yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Bunga kibut merupakan salah satu jenis tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berdasarkan data, saat ini ada sekitar 200 jenis Amorphophallus, dimana 25 jenis diantaranya terdapat di Indonesia dan 17 jenis merupakan endemik Sumatera.

Bicara bunga kibut, maka salah satu nama yang selalu muncul sebagai kaitan adalah Dr Agus Susatya. Pria kelahiran 16 Agustus 1961 yang sekarang mengajar di Fakultas Kehutanan Universitas Bengkulu ini memang dikenal sebagai pakar bunga raksasa, yaitu Amorphophalus dan Rafflesia. Bunga kibut yang ditanam Menteri LHK Siti Nurbaya pun tak lepas dari sentuhannya.

“Bunga kibut ini istimewa. Ini adalah bunga majemuk terbesar di dunia,” kata Suami dari Astri Wahyu Utami itu.

Agus memulai karirnya setelah lulus S1 Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta. Dia kemudian melanjutkan S2 di Departement of Botany and Plant Pathology, Michigan State University, East Lansing, Amerika Serikat. Akhir 1990-an, Agus makin mulai serius melakukan berbagai riset tentang Amorphophalus dan Rafflesia. Pada 2001, Agus melanjutkan studi di S3 di Center of Enviromental dan Natural Resources Studies, Faculty of Science and Techology, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Berikut petikan wawancara dengan Wakil Ketua Forum Komunikasi Riset dan Pengembangan Rafflesia dan Amorphophallus tentang istimewanya Bunga Kibut.

Anda disebut Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu sebagai calon Profesor Bunga Kibut. Apa benar seperti itu?

He he,.. sebenarnya penelitian-penelitian saya selain bunga Amorphophalus seperti kibut ini, adalah rafflesia. Bunga-bunga besar.

Oo, apa sebenarnya istimewanya bunga kibut dibandingkan dengan bunga Amorphophalus lain?

Ini adalah bunga raksasa. Ini adalah bunga majemuk terbesar didunia. Bunga majemuk artinya dalam satu tangkai ada banyak bunga

Sebagai tanaman, bunga kibut ini unik. Karena siklus hidupnya terdapat dua fase. Pertama fase vegetatif. Dalam fase ini tanaman berbentuk daun saja. Sampai dia mati. Fase ini dijalani beberapa kali. Saat fase daun, tanaman bisa mencapai tinggi 3 meter. Setelah mati dan membusuk, maka umbi akan membesar. Terus saja berulang. Suatu saat, ketika waktunya tiba, maka akan masuk fase generatif dimana akan muncul bunga.

Kapan biasanya bunga kibut ini mekar?

Nah ini tidak dapat diprediksi. Pada saat fase vegetatif. Tanaman yang mati bisa dorman, atau tertidur selama 2-4 bulan. Jadi tidak langsung meneruskan fase kehidupannya. Jadi saat tumbuhan membusuk, belum tentu mati. Mungkin sedang dorman.

Kalau di Bengkulu, tanaman yang masuk waktu berbunga saat umbinya sudah mencapai berat  20-30 kilogram.

Anda bilang tanaman ini Istimewa. Tanaman ini juga dilindungi. Jadi sebenarnya harus dikembangbiakkan. Apakah hal itu bisa dilakukan?

Bisa. Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk pengembangbiakan bunga kibut. Pertama dengan kultur jaringan. Diambil salah stau jaringan dalam tubuhnya untuk kemudian dikembangkan, seperti yang dilakukan oleh LIPI. Kedua dengan vegetatif. Seperti pada tanaman umbi-umbian lain, maka umbi dari bunga kibut dipotong-potong untuk kemudian ditanam. Di sana ia akan muncul tanaman.

Bisa juga dengan biji. Ini bisa dilakukan setelah bunga kibut melewati fase berbunga. Jika memanfatkan biji untuk pengembangbiakan maka butuh sekitar 7-10 tahun sampai tanaman berbunga.

Saat tumbuh, tanaman ini ya awalnya kecil dulu juga. Makanya sering dikira sebagai jenis lain.

Apa sebenarnya manfaat dari bunga kibut ini?

Banyak ya. Dalam konteks ekoturisme, bunga kibut ini bisa bisa menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Ini bunga raksasa terbesar di dunia. Jelas menarik untuk dikunjungi. Kita juga punya Amorphophalus tertinggi di dunia, yaitu Amorphophalus gigas. Dua-duanya bisa kita temukan di Bengkulu.

Jenis-jenis Amorphophalus lain juga sudah banyak yang bisa dimanfaatkan langsung. Di Jepang ada Amorphophalus yang dikonsumsi karena diyakini lebih sehat. Penelitian tentang manfaat langsung bunga kibut saya kira masih harus terus dilakukan. Sugiharto