Menteri LHK Tanam Bunga Bangkai Raksasa

0
150
Menteri LHK Siti Nurbaya (tengah) bersama Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (kanan) dan Deputi bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Enny Sudarmonowati (kiri) menanam umbi bunga kibut di arboretum Lukito Daryadi, Manggala Wanabhakti

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menanam bunga kibut atau populer sebagai bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) di arboretum Lukito Daryadi, kompleks Manggala Wanabhakti, Jakarta, Kamis (15/3/2018) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan 2018.

“Bunga Kibut dan berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar lainnya merupakan Sumber Daya Genetik Indonesia yang sangat penting karena mempunyai nilai potensial untuk dikembangkan pemanfaatannya di masa mendatang,” kata Menteri Nurbaya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Deputi bidang Ilmu Pengetahuan hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Enny Sudarmonowati.

Bunga kibut merupakan salah satu jenis tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berdasarkan data, saat ini ada sekitar 200 jenis Amorphophallus, dimana 25 jenis diantaranya terdapat di Indonesia dan 17 jenis merupakan endemik Sumatera.

Bunga kibut yang ditanam sebanyak 6 umbi diambil dari hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Bukit Daun, Bengkulu Utara. Selain enam umbi tersebut juga ditanam satu batang Amorphophallus hasil perbanyakan kultur jaringan yang dilakukan oleh LIPI.

Enny Sudarmonowati menuturkan, perbanyakan melalui kultur jaringan yang telah berhasil dilakukan LIPI masih menghadapi tantangan berupa pembungaan yang lambat. “Biasanya kalau kultur jaringan pertumbuhan umbi cepat, cepat juga berbunga. Ini masih lambat,” katanya.

Dia melanjutkan, umbi bunga kibut telah ditanam di seluruh kebun raya yang dikelola LIPI. Sementara di Kebun Raya Bogor terdapat 7 spesimen yang salah satu diantaranya ditanam pada tahun 1992. “Sebenarnya ada yang paling tua tahun 1921. Tapi sudah mati,” katanya.

Menurut Enny, salah satu manfaat dari bunga kibut adalah untuk ekowisata. Menurut dia, momen mekarnya bunga kibut disaksikan hingga 5000 orang di Florida Amerika Serikat. Hal ini, katanya juga bisa dimanfaatkan oleh Indonesia, sebagai negeri asal bunga kibut.

Dia menuturkan, jenis Amophophallus lain, seperti Amophophallus konjak dan Amophophallus Taka juga telah terbukti memiliki manfaat sebagai anti kanker dan anti diabetes serta untuk kebutuhan konsumsi. Sugiharto