Pasar Produk Furniture IKM Diperluas

0
158

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong industri kecil menengah mebel dan kerajinan lokal untuk meningkatkan promosi dan pasar di market global.  

Kali ini Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) berpartisipasi dalam pameran Jogja Internasional Furniture and Craft Fair Indonesia 2018 (JIFFINA).

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan promosi produk IKM furniture Indonesia ke market potensial sehingga pasar produk furniture Indonesia mendapatkan kesempatan untuk melakukan ekspor lebih besar,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih pada pembukaan
Pameran JIFFINA 2018 di Yogyakarta, Sabtu (10/03/2018).

JIFFINA 2018 merupakan pameran furniture internasional yang diadakan sejak tahun 2014. JIFFINA dinilai meraih kesuksesan sebagai pameran berkelas internasional dikarenakan pada tahun 2017 telah mencapai luasan hall 6000 sqm yang diikutioleh 260 perusahaan dari Jawa-Bali, dan telah dikunjungi 778 buyers dari 48 negara. Sedangkan total pengunjung dan buyers mencapai 2790 orang. “Kami ingin membuktikan produk-produk mebel dan kerajinan industri kecil dan menengah memiliki kualitas yang baik. Terutama produk-produk yang memang sudah pantas dan layak dipromosikan ke Internasional,” tambahnya.

Sampai November 2017, ekspor produk furniture Indonesia telah mencapai 1,2 miliar dolar AS dengan lima negara tujuan ekspor terbesar yaitu Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris dan Jerman.

Kemenperin memfasilitasi pameran berupa booth seluas 336 m2 untuk 3 koperasi yaitu Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Solo Raya (KIMKAS), Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Jepara (KIDJAR) dan Masyarakat Kerajinan dan Mebel Mataram (MAKAREMA).
“Produk yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan produk pilihan, produk baru dan produk yang diproduksi oleh berbagai kelompok dari anggota tersebut. Ketiga komunitas ini merupak kerjasama yang baik antara industri kecil maupun mikro, serta hasil karya desain-desain produknya itu bisa dipasarkan desain yang marketable,” jelas Direktur IKM Pangan Barang dari Kayu dan Furnitur atau PBKF Kementerian Perindustrian Sudarto .
Sudarto menjelaskan bahwa Ditjen IKM mempunyaia konsep pembinaan melalui pembinaan 3N yaitu New Desain, New Product, dan New Market.

“Inilah yang sebetulnya merupakan suatu bentuk kerjasama untuk menghasilkan produk yang marketable. Jadi diharapkan para IKM tersebut akan terus mendapatkan buyer yang baru dengan produk yang bisa dikerjakan oleh anggota kelompok tersebut,” kata Sudarto.
Kedepannya pembinaan komunitas itu akan dikembangkan, seperti di Semarang, Jawa Timur, kemudian di Jawa Barat dan di Cirebon untuk rotan.

“Dengan adanya komunitas ini kita akan memperoleh suatu jawaban, masalah-masalah yang dihadapi oleh industri, seperti masalah bahan baku nanti kita akan mengembangkan material center, kemudian masalah new desain produk yang baru, menembus pasar baru,” jelasnya.Buyung N