Perum Bulog Buka Lagi Tender Impor Beras dari Asia Selatan

0
165

Perum Bulog membuka tender pengadaan beras impor sebanyak 80.000 ton dari Asia Selatan (India dan Pakistan) hari Rabu (21/03/2018) guna memenuhi alokasi impor beras yang diberikan pemerintah kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pangan itu.

“Kita akan membuka tender besok untuk pengadaan beras dari Asia Selatan,” ujar Dirut Perum Bulog Darot Kusumayakti di Jakarta, Selasa (20/03/2018).

Menurutnya, beras yang diimpor itu memiliki tingkat pecahan (broken) sebesar 5 % hingga 15%. Dan diharapkan bisa masuk paling lambat tanggal 30 Juni sesuai dengan batas waktu pemasukan beras impor dari India dan Pakistan yang ditetapkan Kementerian Perdagangan dalam memberikan Surat Perseujuan Impor beras kepada Perum Bulog.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan pada pertengahan Januari 2018, memberikan Surat Persetujuan Impor (SPI) beras kepada Perum Bulog sebanyak 500.000 ton. Dalam SPI itu disebutkan batas waktu pemasukan beras impor tersebut adalah tanggal 28 Februari 2018.

Perum Bulog kemudian membuka tender dengan eksportir beras asal Vietnam, Thailand, India dan Pakistan. Dari tender itu, Perum Bulog mampu mendapatkan beras sebanyak 281.000 ton. Namun realisasinya, hingga tanggal 28 Februari beras yang masuk ke sejumlah pelabuhan di dalam negeri hanya sebanyak 261.000 ton.

Karena dinilai penting untuk menciptakan stabilisasi harga, pemerintah akhirnya memperpanjang masa izin impor itu. Untuk beras dari India dan Pakistan, izin pemasukannya ke dalam negeri diperpanjang menjadi tanggal 30 Juni dan untuk beras dari Thailand dan Vietnam, batas pemasukannya adalah tanggal 31 Maret 2018.

Dengan adanya perpanjangan batas pemasukan itu, Perum Bulog optimis bisa meenuhi semua alokasi impor beras yang diberikan pemerintah sebanyak 500.000 ton.

Djarot menegaskan, pada bulan Maret ini, beras yang masuk akan berjumlah 420.000 ton setelah beras sebanyak 20.000 ton dari India yang rencananya masuk pada bulan Pebruari, tiba di bulan Maret ini. Selain itu, ada juga tambahan beras dari Vietnam dan Thailand sebanyak 139.000 ton yang masuk pada bulan Maret ini.

“ Dengan ditambah beras yang sudah masuk pada bulan Pebruari sebesar 261.000 ton, maka pada Maret ini total beras impor yang masuk ke dalam negeri menjadi 420.000 ton,” ujarnya.

Jumlah beras impor itu akan bertambah lagi seiring dengan dibukanya tender impor beras Perum Bulog dari Asia Selatan sebanyak 80.000 ton pada hari Rabu ini.

Djarot menyatakan, pihaknya tetap mengadakan tender pengadaan beras dari India dan Pakistan sebagai upaya pemerataan negara asal impor beras. “Kita harus menjaga hubungan dengan negara- negara itu,” paparnya. Buyung N