APRIL Gelar Program Edukasi Kehutanan Bagi Generasi Milenial

0
84
Kegiatan The Fascinating World of Forestry (TFWoF), sebuah program edukasi interaktif kehutanan pertama di Indonesia yang ditujukan bagi kalangan pelajar yang diselenggarakan oleh produsen bubur kayu dan kertas, Grup APRIL (foto istimewa)

Grup APRIL, salah satu produsen bubur kayu dan kertas Nasional menggelar The Fascinating World of Forestry (TFWoF), sebuah program edukasi interaktif  kehutanan pertama di Indonesia yang ditujukan bagi kalangan pelajar. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan generasi muda mengenai kehutanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab melalui berbagai macam kegiatan.

Program yang telah dimulai sejak tahun 2015 di Singapura dan dimulai tahun 2016 di Jakarta  ini telah diikuti oleh ratusan pelajar SMA dan Universitas.

Director of Corporate Affairs APRIL, Agung Laksamana menjelaskan bahwa program ini berupaya untuk memperkenalkan generasi muda mengenai kehutanan dan  pembangunan hutan berkelanjutan.

“Menjadi sebuah kewajiban bagi generasi muda untuk  memahami arti penting hutan serta aspek lingkungan, terutama kesadaran pentingnya peran hutan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agung dalam pernyataannya yang diterima Senin (16/4/2018).

Agung menambahkan, bahwa kita patut  bersyukur sebagai negara tropis karena kaya akan sumber daya alam sehingga memiliki peluang dalam mengembangkan industri kehutanan secara bertanggung jawab.

“Seperti kita ketahui bahwa Indonesia sebagai negara tropis sangat potensial dalam mengembangkan industri kehutanan, karena bahan baku utama  yang kita butuhkan adalah karbon dioksida, mineral, air, dan sinar matahari yang melimpah,” ungkap Agung.

Selama tahun 2017, sekitar 700 siswa dari 12 sekolah dan universitas di Jakarta ikut serta dalam program TFWoF. Pengetahuan para siswa juga dapat diperdalam melalui portal edukasi online http://theforestryeduportal.com/

IMG-20180416-WA0000

Salah satu kegiatan utama program TFWoF adalah school visit, yaitu kunjungan ke sekolah-sekolah serta mengundang pembicara yang ahli di bidang kehutanan untuk membahas mengenai pengelolaan hutan di Indonesia secara berkelanjutan, peluang dan karir di dunia kehutanan serta pentingnya kolaborasi dengan masyarakat setempat.

Setiap tahun, melalui program TFWoF ini, APRIL juga mengajak puluhan pelajar untuk mengikuti kunjungan lapangan (fieldtrip).  Kunjungan ini menarik bagi para peserta TFWoF, karena mereka dapat melihat dan mengetahui secara langsung mengenai bagaimana proses pembuatan pulp dan kertas yang berada di Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

Selama kunjungan lapangan, para peserta tidak hanya mengunjungi pusat penelitian dan pengembangan, namun mereka juga berkesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai kontribusi APRIL terhadap masyarakat setempat melalui program pengembangan masyarakat. Peserta juga mengunjungi  Tasik Anggrek, sebuah kawasan hutan konservasi yang masih kaya akan keanekaragaman hayati, serta belajar praktik menggunakan peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki oleh tim Fire Fighter.

Salah satu siswa dari SMA Negeri 26 Jakarta, Digna Rayhan, yang juga terpilih sebagai peserta fieldtrip menyatakan bahwa kegiatan edukasi mengenai aktivitas yang berkelanjutan sebagai bagian edukasi yang dibawa oleh APRIL sangat penting bagi pengetahuan mengenai lingkungan, terutama bagi generasi muda. Digna sangat kagum dengan komitmen 1:1 yang dilaksanakan oleh Grup APRIL.

“Saya sangat kagum dengan komitmen 1:1, dimana setiap 1 hektar lahan yang dikelola APRIL, maka mereka  wajib memiliki 1 hektar lahan untuk konservasi. Hingga saat ini APRIL sudah memiliki lebih dari 400,000 hektar lahan untuk dikonservasi. Sangat patut dicontoh dan menjadi pembelajaran bagi kami sebagai generasi muda,” tutur  siswa kelas XI ini dengan penuh semangat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Atika Wulanda. Guru muda dari SMA Suluh ini menjelaskan bahwa menjadi suatu pengalaman luar biasa dapat berkesempatan mendampingi anak didiknya yang terpilih sebagai mengikuti fieldtrip karena dirinya turut mengenal lebih jauh  mengenai dunia Kehutanan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sugiharto