Butuh Sinergi untuk Kuasai Pasar Fesyen Dunia

0
118

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimis industri fesyen muslim Indonesia akan mampu menguasai pangsa pasar fesyen muslim dunia di tahun 2022 nanti.

“Kami optimis Indonesia bisa menguasai pangsa pasar fesyen muslim dunia di tahun 2022 nanti,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih, usai menjadi pembicara dalam talkshow soal sinergi dalam memajukan fesyen Indonesia, di Jakarta, Sabtu (28/04/2018).

 Menurutnya, untuk mencapai posisi itu, diperlukan sinergi antar instansi dan pihak-pihak yang terkait dengan sektor perdagangan, industri dan hubungan internasional serta pelaku industri fesyen muslim.

“Diperlukan sinergi antar pihak. misalnya, untuk kegiatan perdagangan, kita butuh kementerian perdagangan, untuk hubungan dagangannya, kita butuh kementerian luar negeri dan soal industrinya dipegang oleh kementerian perindustrian dan pelaku usahanya,” ujar Gati.

Dia menyebutkan di kalangan kementerian perindustrian sendiri, sinergi juga harus dilakukan antar direktorat, seperti dengan Ditjen agro, Ditjen Ilmeta, Ditjen Ikta dan Ditjen IKM sendiri. “Keempat ditjen ini juga harus bisa bersinergi dalam mendorong peningkatan daya saing industri fesyen muslim,” paparnya. .

Berdasarkan laporan Global Islamic Report 2017-2018, pada tahun 2016 pasar fesyen muslim mencapai US$ 254 miliar , diprediksi pada tahun 2022 akan mengalami pertumbuhan pasar sebesar 6,6 % menjadi US$ 373 miliar.

“Ini menunjukkan terdapat peluang yang besar bagi Indonesia untuk menguasai pasar fesyen muslim dunia. Jika sinergi bisa dilakukan, kita yakin bisa menguasai 50 persen pangsa pasar  fesyen muslim,” ucap Dirjen IKM Gati Wibawaningsih.

Industri fesyen khususnya fesyen muslim tanah air dalam beberapa tahun terakhir ini terus menunjukkan pertumbuhan positif. Terlihat dari peningkatan kinerja ekspornya dan kontribusinya terhadap PDB nasional yang terus meningkat.

Berdasarkan data BPS nilai ekspor fesyen pada tahun 2017 mencapai US$ 13,29 milyar meningkat 8,7%. Pada posisi ini Indonesia mampu menguasai 1,9% pasar fesyen dunia dan menjadi negara eksportir pakaian jadi ke-14.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi kiblat fesyen muslim di dunia. Indonesia juga menjadi satu dari tiga besar negara anggota Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI) sebagai pengekspor produk fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh dan Turki, dengan jumlah ekspor sebesar US$ 12,23 miliar. Buyung N