APP-Sinar Mas Jamin Bahan Baku Kayu Bebas Deforestasi

0
69
(kiri-kanan) Senior Manager The Forest Trust Arief Perkasa, Director of Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba, dan Managing Director APP Sinar Mas Goh Lin Piao saat pemaparan perkembangan komitmen keberlanjutan APP-Sinar Mas yang tertuang dalam FCP, Rabu (23/5/2018).

Produsen bubur kayu dan kertas terintegrasi, Asia Pulp and Paper (APP)-Sinar Mas merayakan ulang tahun ke lima komitmen keberlanjutan yang tertuang dalam Kebijakan Konservasi Hutan (Forest Conservation Policy/FCP). Meski diwarnai dengan hengkangnya Greenpeace, yang merupakan salah satu pendukung utama kebijakan komitmen tersebut, APP-Sinar Mas memastikan tetap menjunjung tinggi komitmen yang telah dibuat. Ini berarti seluruh pasokan bahan baku perusahaan itu akan tetap bebas deforestasi.

Managing Director APP-Sinar Mas Goh Lin Piao menyatakan APP-Sinar Mas telah menjadi perusahaan yang sangat berbeda sejak memulai komitmen FCP lima tahun lalu. Kemajuan yang telah dicapai tidak lepas dari dukungan dari mitra teknis, pelanggan, Pemerintah Indonesia, maupun LSM yang telah memberikan kritik membangun maupun dorongan untuk menjadi lebih baik.

“Kami bangga dengan apa yang telah kami capai bersama saat ini, tetapi kami juga menyadari bahwa kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah, misalnya dalam hal sengketa tanah, perambahan hutan ilegal, dan mungkin yang terpenting, masalah kemiskinan di pedesaan,” katanya di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

FCP APP-Sinar Mas terdiri dari empat komitmen utama, yaitu melindungi hutan alam, mengelola lahan gambut dengan lebih baik, bermitra dengan masyarakat setempat, dan menerapkan rantai pasokan yang berkelanjutan. Sejak FCP diluncurkan pada Februari 2013, APP-Sinar Mas mengklaim telah mencatat sejumlah kemajuan signifikan di keempat komitmen tersebut

Termasuk mengakhiri konversi hutan alam oleh pemasok kayu dan pulp, serta beralih menuju proses produksi yang 100% menggunakan kayu dari tanaman. Memastikan rantai pasokan tetap bebas dari deforestasi, dengan sistem kepatuhan yang kuat dan diverifikasi oleh pihak ketiga. Memangkas area yang terkena dampak kebakaran hutan pada tahun 2017 hingga menjadi 0,01% dari total bruto luas area. Memangkas tingkat kehilangan hutan alam oleh pihak ketiga di wilayah perlindungan pemasok APP Sinar Mas hingga menjadi 0,1% (Mar 2017 – Jan 2018) dan telah menyelesaikan 46% konflik sosial

APP-Sinar Mas juga mengklaim telah bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk meningkatkan kualitas penghidupan mereka, serta memberdayakan penduduk desa setempat untuk memanfaatkan teknik pertanian modern yang lebih berkelanjutan. Sebagai hasilnya, insiden penggundulan hutan oleh pihak ketiga, serta kebakaran hutan dan lahan, telah berkurang secara signifikan pada tahun 2017.

Director of Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba mengungkapkan, dalam lima tahun sejak menerapkan FCP, pihaknya telah menginvestasikan sekitar 300 juta dolar AS untuk menjalankan sistem pemantauan hutan, restorasi lanskap, pencegahan kebakaran, penelitian lahan gambut, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain.

Perusahaan juga melakukan investasi untuk mengidentifikasi area Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan Stok Karbon Tinggi (HCS), serta menyusun peta lahan gambut secara rinci, baik di dalam maupun di sekitar wilayah konsesi pemasoknya. Informasi ini sangat penting dalam membantu APP Sinar Mas untuk mengidentifikasi area-area yang teramat penting untuk dilestarikan dan dilindungi.

“Bekerja sama dengan mitra kami seperti The Forest Trust dan Deltares, APP Sinar Mas telah berhasil meningkatkan kawasan lindungnya menjadi lebih dari 20% dari wilayah konsesi pemasok, serta melindungi lebih dari 600.000 hektare hutan alam yang berharga. Kami juga dapat mengidentifikasi dan menonaktifkan 7.000 hektar perkebunan di lahan gambut untuk memulai perlindungan hutan dan gambut yang lebih baik,” katanya. Sugiharto