Greenpeace Putus Hubungan dengan APP-Sinar Mas

0
77
Chairman Asia Pulp and Paper/APP Teguh Ganda Wijaya (kiri), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (tengah) dan Kepala Global Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Bustar Maitar, berfoto saat peluncuran Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) APP di Jakarta, 5 Februari 2013. Melalui kebijakan tersebut APP berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan kayu dari hutan alam. Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari Greenpeace Indonesia

Setelah menjalin hubungan mesra selama lima tahun, Greenpeace memutuskan hubungan dengan Asia Pulp and Paper-Sinar Mas. Greenpeace menuding produsen bubur kayu dan kertas terintegrasi itu kembali terkait dengan praktik deforestasi.

Kepala Global Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Kiki Taufik menjelaskan, APP pernah menjadi perusahaan bubur kertas dan kertas yang memiliki reputasi buruk karena pengrusakan hutan dan keterkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia selama bertahun-tahun. “Pada tahun 2013 perusahaan ini berkomitmen mengakhiri praktik deforestasi dengan menerapkan kebijakan konservasi. Terdapat perkembangan positif dan negatif dalam implementasinya, tetapi sekarang kondisi dalam bahaya, karena perusahaan ini kembali terlibat dalam kegiatan pengrusakan hutan, ” kata dia dalam pernyataannya, Rabu (16/5/2018).

Penelusuran Greenpeace Internasional melalui analisis pemetaan terbaru mengungkapkan hampir 8.000 hektar hutan dan lahan gambut telah ditebangi di dua konsesi yang terkait dengan APP dan perusahaan induknya Sinar Mas sejak 2013.

Greenpeace kemudian menantang APP-Sinar Mas untuk menjelaskan temuan ini. Tetapi kedua perusahaan tersebut gagal memberikan penjelasan yang kredibel atau mengambil tindakan untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu Greenpeace menghentikan semua keterlibatan lebih lanjut dengan APP-Sinar Mas.

Menurut Kiki,  bukti baru ini menunjukan APP-Sinar Mas tidak serius untuk menghentikan deforestasi di Indonesia. Sinar Mas Group harus segera membuka secara terang benderang hubungan kepemilikannya dengan perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai konsesi, menghentikan pembukaan hutan serta memulihkan lahan yang telah mereka rusak. “Hanya tindakan inilah yang dapat menyelamatkan APP-Sinar Mas dari protes masyarakat dan risiko ditinggalkan oleh pelanggan mereka,” kata Kiki. Sugiharto

Baca juga:

APP-Sinar Mas Kecewa dengan Greenpeace