Kemenperin Promosikan IKM Mesin Pertanian

0
568

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempromosikan keunggulan industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri baik di kancah domestik maupun internasional untuk semakin memperluas pasar dan peningkatan penggunaan produk lokal.

“Kami mengajak kepada semua pihak untuk turut mendukung dan menyukseskan pengembangan IKM dengan mencintai, membeli dan memakai produk hasil karya anak bangsa,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (31/07).

Misalnya IKM mesin dan perlengkapan yang telah mampu menghasilkan produk berkualitas sehingga kompetitif dengan buatan impor. Kemenperin mencatat, jumlah IKM mesin dan perlengkapan YTDL (yang tidak termasuk dalam lainnya) di dalam negeri sebanyak 5.807 unit usaha pada tahun 2017, dengan nilai produksi mencapai Rp22 triliun atau naik dibanding 2016 sebesar Rp21,3 triliun.

“Salah satunya, kami tengah mendorong IKM alat dan mesin yang dapat mendukung sektor pertanian dan perkebunan. Upaya ini guna menunjang program swasembada pangan dalam negeri, yang sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045,” papar Gati.

Menurutnya, IKM alat dan mesin pertanian di dalam negeri sudah banyak yang menggunakan teknologi terkini sehingga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Oleh karenanya, Kemenperin memfasilitasi sekitar empat IKM alat dan mesin pertanian ikut berpartisipasi pada Indonesia International Agricultural Machinery, Equipment, Technology & Services Exhibition (INAGRITECH) 2018 di Jakarta, pekan lalu.

“Dengan didatangi sebanyak 15.000 pengunjung yang meliputi kalangan profesional dan pebisnis sektor alat dan mesin pertanian dari dalam dan luar negeri, pameran tersebut bisa menjadi platform paling komprehensif untuk sektor IKM alat dan mesin pertanian kita,” tuturnya.

“Fogerindo Barnama merupakan salah satu peserta yang dikenal sebagai produsen dan distributor peralatan pengendalian hama serta insektisida lingkungan. “Fogerindo Barnama juga menjadi produsen mesin fogging(pengasapan) yang sudah berhasil menembus pasar ekspor,” jelas Gati.

Kemudian, PT. Mitra Balai Industri merupakan perusahaan yang memproduksi pompa pengairan serta pengolah limbah rumah tangga untuk dijadikan pupuk organik. IKM yang didirikan sejak tahun 2006 ini, telah mendapat beberapa fasilitasi bantuan dari Kemenperin. “Pada tahun 2013, mereka berhasil men-supply produk lebih dari 2000 unit yang telah terjual ke Aceh hingga Papua,” ungkap Gati.

IKM lainnya, yaitu PD. Karya Mitra Usaha yang memproduksi mesin dan alat pertanian, alat pengolahan sampah, alat packing, alat perlengkapan toko, alat pembibitan dan tanam, alat pengolahan tanah, serta alat laboratorium. “IKM selanjutnya adalah CV. Saya Cinta Kopi yang memproduksi mesin pengolahan kopi, yang juga melakukan demo mesin roasting kopi selama pameran berlangsung,” imbuhnya.

Gati menambahkan, dalam pameran tersebut, pihaknya juga memberikan layanan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang bertugas untuk memberikan layanan HKI bagi IKM yang membutuhkan informasi, sosialisasi, fasilitasi pendaftaran, advokasi, dan layanan bagi para pengusaha IKM.

“Pada tahun 2017 Klinik HKI IKM telah menyalurkan bantuan untuk 3400 merek, 120 hak cipta, 6 desain industri, 17 paten dan 1 indikasi geografis,” pungkasnya.Buyung N