Wow, di NTB Ada Pemanfaatan Serangga untuk Kelola Sampah

0
43
Menteri Kehutanan Republik Korea Kim Jae Hyun memukul gong sebagai pertanda dimulainya proyek ujicoba pengelolaan sampah organik dengan teknologi biokoversi di NTB, Senin (9/7/2018),

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  bekerja sama dengan Yayasan Forest for Life Indonesia mulai melakukan ujicoba pemanfaatan teknologi biokonversi untuk pengelolaan sampah organik.

Teknologi biokonversi mengoptimalkan peran serangga Hermetia illucens atau yang populer sebagai Black Fly Soldier (BSF)  untuk mengubah sampah organik menjadi pupuk  cair dan kompos serta menghasilkan protein untuk pakan ternak.

“Apa yang kami lakukan di sini merupakan bagian dari upaya untuk menuju tuntasnya persoalan sampah, ” kata Sekda Provinsi NTB Roshadi Sayudi yang mewakili Gubernur NTB, saat peresmian proyek ujicoba di Desa Lingsar, Lombok Barat,  Senin (9/7/2018).

Proyek ujicoba itu memiliki kapasitas pengolahan sampah organik hingga 4 ton per hari yang berasal dari sejumlah restoran dan hotel. Proyek ini mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Korea, Yayasan Korindo,  dan Yayasan Jaya ESNI.

Kim Jae Hyun,  Menteri Kehutanan Republik Korea yang hadir langsung pada peresmian ujicoba itu menyatakan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan termasuk perusahaan swasta dan masyarakat.

“Keberhasilan proyek ini diharapkan bisa direplikasi di tempat lain,” katanya.  Kim berharap,  pengembangan teknologi biokonversi bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian setempat.

Asal tau, Republik Korea punya pengalaman berharga atas keberhasilan menghijaukan kembali lahan dan hutan setelah hancur lebur pasca Perang Dunia II. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci dari keberhasilan tersebut.

Menteri Kehutanan Republik Korea Kim Jae Hyun (kanan) mendengar penjelasan Advisor Forest for Life Indonesia Profesor Agus Pakpahan proses teknologi biokonversi untuk mengurai sampah dengan memanfaatkan larva serangga black soldier fly.
Menteri Kehutanan Republik Korea Kim Jae Hyun (kanan) mendengar penjelasan Advisor Forest for Life Indonesia Profesor Agus Pakpahan tentang proses teknologi biokonversi untuk mengurai sampah dengan memanfaatkan larva serangga black soldier fly.

Ketua Yayasan Forest for Life Indonesia Hadi S Pasaribu menjelaskan teknologi biokonversi sangatlah efisien dan murah.  “Teknologi ini mengolah sampah tanpa menggunakan energi dan tidak bising. Semuanya berjalan alamiah,” katanya.

Teknologi biokonversi memanfaatkan siklus hidup serangga BSF pada tahap larva yang akan mengurai sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos organik. Larva yang tumbuh juga akan menjadi sumber protein untuk pakan ternak.

Menurut Hadi, teknologi ini sudah berkembang di Amerika dan Eropa. Padahal, BSF merupakan serangga asli Negara Tropis seperti di Indonesia. Sugiharto