Beredar Video Langka, Harimau Berkembang Biak Seperti Kucing

0
208

Harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) terbukti bisa berkembang biang dengan cepat bak kucing domestik jika habitat asli tempat hidupnya terlindungi.

Bukti itu terlihat dari seri video yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan WWF-Indonesia, Minggu (29/7/2018), sebagai bagian dari perayaan Hari Harimau Sedunia.

Video itu berdurasi 1 menit 16 detik. Video terbagi dalam lima bagian. Pada bagian pertama, menit 00:00-00:15, terlihat seekor harimau betina, bernama Rima, bersama dengan ketiga anaknya. Pada bagian kedua (00:16- 00:33), terlihat ketiga anak harimau tersebut sudah menjadi harimau remaja dan bermain-main di balik rerimbunan pohon.

Bagian selanjutnya (00:34-00:44), menayangkan Rima bersama seekor harimau jantan dewasa, Uma. Keduanya kemudian terlihat kawin (00:45-01:00). Video sepasang harimau melakukan merupakan perkawinan sangatlah langka. Video selanjutnya (01:01-01:16) menunjukan Rima, sudah kembali melahirkan anak, bahkan sampai empat ekor!

Video seri tersebut merupakan gabungan hasil jebakan kamera yang diambil pada periode tahun 2015-2017. Meski disebutkan video diambil di Sumatera bagian tengah, namun tidak diungkap lokasi persisnya.

“Video ini adalah bukti yang mengagumkan dan membuktikan bahwa harimau ‘berkembang biak seperti kucing’ jika saja mereka memiliki habitat yang terlindungi, memiliki cukup mangsa dan tidak diburu,” kata Ketua Tigers Alive Inisiatif Michael Baltzer.

Sebagai predator utama pada rantai makanan, harimau di alam berperan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang mendukung kelangsungan hidup spesies lainnya dan juga untuk manusia.

Namun, harimau berstatus kritis. Saat ini, hanya tersisa 3.900 individu harimau liar di dunia, dan hanya bisa ditemukan sekitar 5% dari jangkauan mereka jika dibandingkan dengan seabad lalu.

Ada gerakan global untuk meningkatkan populasi harimau liar 2 kali lipat pada 2022, populer sebagai TX2. Menurut Baltzer, butuh bantuan pemerintah, bisnis, masyarakat lokal dan setiap orang yang peduli harimau untuk mendukung usaha-usaha konservasi harimau. “Kami sangat menghargai upaya dari pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan spesies yang luar biasa ini dan kami akan meningkatkan dukungan untuk memulihkan jumlah harimau di Sumatera,” katanya.

Direktur Sumatera dan Wildlife, WWF-Indonesia Suhandri mengatakan, adanya video ini membuktikan harimau sumatera yang sehat ini dapat berkembang biak dengan baik di Sumatera tengah.

“Hal ini juga menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Indonesia serta dukungan dari mitra komunitas dan pemerintah lokal maupun komunitas internasional untuk menyelamatkan harimau dan habitatnya, pemulihan populasi harimau adalah kunci untuk manusia agar dapat hidup dengan ketersediaan sumber daya alam,” katanya.

Perdagangan ilegal tetap menjadi salah satu ancaman terbesar dan paling cepat terhadap harimau di alam liar. Rantai perdagangan yang panjang, dari sumber sampai kepada tujuan akhir, hukum harus ditegakkan, kejahatan terhadap satwa liar yang berkaitan dengan korupsi harus dihentikan. Inisiatif-inisiatif yang bertujuan mengubah perilaku dibutuhkan untuk mengurangi permintaan terhadap bagian-bagian tubuh harimau dan produk-produknya.

Sebagai kunci utama keberhasilan menaikan populasi, WWF-Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bekerjasama dengan banyak pihak termasuk masyarakat lokal untuk memastikan mereka adalah penerima manfaat bersamaan dengan konservasi harimau. WWF-Indonesia juga bekerjasama dengan berbagai pendukung dari seluruh dunia, yang dapat memainkan peran kunci dalam meningkatkan populasi harimau dan juga mendorong agar publik dapat memilih dan membeli produk-produk yang berasal dari praktik produksi yang bertanggungjawab dan tidak terlibat dalam pengrusakan habitat harimau.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Suharyono menyatakan video ini adalah kabar baik yang mengungkap adanya perkembangabiakan harimau sumatera. “Kita juga punya target meningkatkan populasi harimau diantara 25 satwa terancam punah hingga 10%  sesuai dengan Indikator Kinerja Pemerintah,” katanya

Sugiharto