Beras OP Bulog Tak Terserap di Pasar

0
284

Operasi pasar yang digelar Perum Bulog ternyata tidak diminati konsumen. Hal ini tercermin dari minimnya volume beras yang dibeli konsumen melalui operasi pasar (OP).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan, dari 15.000 ton beras yang digelontorkan Perum Bulog setiap harinya lewat OP, ternyata yang terjual hanya sekitar 1.000 ton per hari saja.

“Kondisi ini terjadi karena stok beras di lapangan masih banyak.  Harga beras di beberapa daerah ada yang di bawah Rp9.000 per kilogram. Bahkan ada daerah yang harga berasnya Rp 8.200 per kilogram, ” ujar Buwas sebelum memimpin rapat kordinasi dengan Kadivre dan Kasub Divre wilayah Pulau Jawa. Di Jakarta, Rabu (19/09/2018).

Menurutnya, banyaknya stok beras juga tercermin dari keengganan pedagang untuk membeli beras OP Bulog dengan alasan  stok beras mereka masih banyak.

Dia mencontohkan, di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, stok beras yang ada mencapai 47.000 ton. Jumlah itu akan terus bertambah karena dari pemasukan beras setiap harinya sebanyak 4.000 ton, yang terserap pasar hanya 3.000 ton. “Dengan begitu, stok beras di Cipinang akan terus bertambah,” ujarnya.

Melihat kondisi yang terjadi  lapangan, Buwas mengatakan pihaknya akan mengevaluasi lagi pola OP yang dilakukan BUMN di bidang pangan tersebut ke depannya.

“Kami akan turun langsung ke pengecer-pengecer  dan dagang sendiri serta akan melibatkan organisasi massa-organisasi massa sebagai jejaring kegiatan OP,” ucapnya.

Buwas juga menjelaskan kalau melalui kegiatan OP itu, Bulog telah menggelontorkan beras ebanyak 346.000 ton.

Seperti diketahui, kegiatan OP dilakukan Perum Bulog untuk menstabilkan harga komoditas pangan itu. Dalam OP itu, Perum Bulog menyalurkan beras medium sampai konsumen dengan harga Rp.8.500 per kilogram untuk wilayah 1, Rp 9.000 per kilogram untuk wilayah 2 dan Rp 9.300 per kilogram untuk wilayah 3.

Wilayah 1 terdiri atas  Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, NTB, Sulawesi dan Bali.  Wilayah 2 terdiri atas  Sumatera kecuali Lampung dan Sumsel, NTT dan Kalimantan. Sedangkan wilayah 3  terdiri atas Maluku dan Papua.

Buyung N