KLHK Segera Luncurkan Ulat Sutera Unggul Terbaru

0
63
(Ilustrasi) siklus hidup ulat sutera

Anda pembudidaya ulat sutera mesti siap-siap. Pasalnya, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) cq Pusat Litbang Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bakal merilis ulat sutera unggul jenis baru pada Januari 2019. Ulat sutera ini diklaim memiliki keunggulan produktivitas benang yang dihasilkan.

“Rencananya akan kami rilis awal tahun 2019,” kata Kepala Puslitbang Hutan Krisfianti L Ginoga saat acara Ngobrol Pintar (Ngopi) di kantor KLHK, Senin (15/10/2018).

Krisfianti berharap, hibrid ulat sutera unggul terbaru ini bisa diterima oleh kalangan pembudidaya dan pelaku industri persuteraan. Ini bisa berdampak pada peningkatan produksi sutera di tanah air sehingga bisa mengurangi impor.

KLHK sudah pernah merilis hibrid ulat sutera unggul pada tahun 2013 yang diberi nama PS01. Hibrid ulat sutera ini memiliki keunggulan rasio kulit kokon dan persentase serat lebih tinggi dibanding jenis yang lain. PS01 memberikan produksi kokon sebesar lebih dari 35 kilogram/boks, dengan rasio kulit dibanding kokon lebih dari 20%, panjang filamen  950–1150 m, daya gulung lebih dari 90% dan rendemen pintal 13–15%.

Peneliti ulat sutera Lincah Andadari menuturkan, hibrid ulat sutera unggul terbaru yang bakal dirilis memiliki produktivitas yang lebih baik dan akan optimal dibudidayakan di daerah dengan ketinggian antara 400-700 meter dari permukaan laut.

“Hibrid ulat sutera yang akan diluncurkan lebih tahan terhadap penyakit,” kata Lincah.

Lincah menyatakan, dalam waktu dekat juga akan diluncurkan hibrid ulat sutera dengan ciri fisik berpola zebra dan bisa menghasilkan kokon berwarna kuning. “Kokon kuning menghasilkan sutera yang yang diminati konsumen,” katanya. Sugiharto