Menteri Kongo Terkesan Lihat Pengelolaan Gambut di Indonesia, Begini Katanya..

0
123
(kiri-kanan) Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK Agus Justianto, Dirjen Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Demokratik Kongo Jose Ilanga Lofonga, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Republik Kongo, Arlette Soudan-Nonault mendengarkan penjelasan dari Wakil Presiden PT Mayangkara Tanaman Industri (MTI) Tsuyoshi Kato , tentang perencanaan pengelolaan air di perusahaan Hutan Tanaman Industri tersebut, Minggu (28/10/2018).

Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Republik Konggo Arlette Soudan-Nonault terkesima dengan pengelolaan gambut di tanah air. Pasalnya, lahan gambut bisa dikelola untuk kepentingan industri namun tetap bisa dijaga kelestariannya sekaligus bisa mendukung konservasi keanekaragaman hayati.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Saya sangat terkesan, karena selain dimanfaatkan untuk industri, di sini juga ada perlindungan dan konservasi,” katanya ketika mengunjungi areal Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Mayangkara Tanaman Industri (MTI) di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (28/10/2018).

Arlette begitu bersemangat menjalani kunjungannya ke areal perusahaan patungan antara Alas Kusuma Group dan Sumitomo Forestry itu. Dalam kunjungannya tersebut dia menyaksikan bagaimana PT MTI melakukan pengelolaan air gambut sehingga tanaman akasia (Acasia Crasicarpa) tetap bisa tumbuh tanpa harus membuat gambut kering.

Arlette beberapa kali secara spontan menyatakan areal yang dikelola PT MTI sangat indah. Dia bahkan sempat meminta agar dirinya difoto dengan latar belakang air yang ada di kanal.

“Rasanya semua hutan harus mencontoh apa yang ada di sini,” katanya.

Bersama Arlette, ikut hadir Dirjen Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Demokratik Kongo Jose Ilanga Lofonga. Turut dalam rombongan perwakilan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), dan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP).

Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia Agus Justianto menyatakan, kedatangan pejabat tinggi dua Negara Afrika bertetangga itu adalah untuk mempelajari bagaimana pengelolaan lahan gambut di Indonesia.

Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo dan Gabon adalah tiga negara yang berada di lembah Kongo (congo basin) dan memiliki lahan gambut tropis terluas kedua di dunia.

Kedatangan pejabat tinggi Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo ke Indonesia merupakan tindak lanjut dari pertemuan Mitra Kerja Global Peatland Initiative (GPI) ke 3 di Brazzaville, Republik Kongo, yang dihadiri Menteri LHK Siti Nurbaya akhir Maret lalu.

Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, Menteri Arlette dan Dirjen Jose Ilanga juga akan mengunjungi Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Kebun Raya Bogor, dan Sekretariat Pusat Gambut Tropis Dunia di Bogor. Rombongan juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Menteri LHK Siti Nurbaya.

Sugiharto