Era Mentan Amran Sulaiman, Bantuan Alsintan Kementan Capai 385.170 Unit

0
108

Bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang disalurkan pemerintah melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mencapai 385.170 unit.

Bantuan ribuan Alsintan itu memang bertujuan mendorong modernisasi sektor pertanian. Selain itu, penyediaan Alsintan dilaksanakan dalam upaya meningkakan efisiensi dan efektivitas budidaya pertanian.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Pending Dadih Permana mengatakan, dengan Alsintan diyakini mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sampai 35%-48% serta mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian, dan tentunya meningkatkan pendapatan petani.

“Dengan mekanisasi kita harapkan akan memberikan daya tarik kepada generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian,” katanya pada  jumpa pers Kinerja 4 Tahun di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Hingga kini Ditjen PSP telah menyalurkan bantuan Alsintan sekitar 385.170 unit. Alat dan mesin pertanian itu terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual.

Pada tahun 2015, Alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit. Tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, tahun 2017 sebanyak 84.356 unit, dan tahun 2018 sebanyak 115.435 unit (per Oktober 2018). Total yang sudah diberikan sebanyak 385.170 unit (lihat Tabel).

 

 

No

 

Jenis Alsintan

            Tahun Anggaran  

Jumlah

2015 2016 2017 2018
1 Traktor Roda 2 26.100 46.980 25.985 28.906 148.969
2 Pompa Air 21.953 19.518 19.522 31.941 102.658
3 Traktor R4 TP 1.000 2.280 2.772 2.932 9.024
4 Traktor R4 Bun —- —- —- —- 10
5 R. Tranplanter 5.000 7.854 3.023 3.025 19.334
6 Coper 479
7 Cultivator 3.819 4.239 4.259
8 Excavator 30 200 374 51 604
9 Hand Sprayer 72.000 24.108 34.328 96.108
10 Implement Alat Tanam Jagung == 2.638 9.763 2.410
11 Alat Tanam Jagung Manual 2.638 9.763 2.410
12 TR4 Multiguna

Backhoe Loader

130 60 130
13 Rotatanam 35 50 35
14 Grain Seeder 50 50
15 Mist Blower 100 100
  Jumlah 54.083 148.832 84.356 115.435 385.170

Sumber: Ditjen PSP Kementan

 

Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani dan UPJA dan Brigade Alsintan. “Alsintan itu kita berikan ke kelompok tani sebagai bagian program pengembangan UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan). Ada pula yang ke Dinas Pertanian untuk dimanfaatkan dalam kegiatan Brigade Alsintan. UPJA dan Brigade ini merupakan gerakan Alsintan di kawasan pengembangan tanaman pangan dan hortikultura,” katanya.

Gerakan modernisasi ini juga akan didorong dalam kegiatan pengembangan pemanfaatan lahan rawa. Berdasarkan data dari Pusdata Daerah Rawa dan Pasang Surut, Indonesia memiliki potensi lahan rawa 33,4 juta hektare (ha) yang terdiri dari lahan pasang surut 20,1 juta ha dan rawa lebak 13,3 juta ha. Dari jumlah tersebut, seluas 9,3 juta ha diperkirakan sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya pertanian.

Produktivitas Tenaga Kerja Naik

Sementara Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementan, Ketut Kariyasa menegaskan, produktivitas tenaga kerja sektor pertanian selama kurun waktu 2015-2017 meningkat.

Data BPS mencatat, tahun 2017 produktivitas tenaga kerja sektor pertanian mengalami peningkatan sebesar 9,91%. Jika tahun 2015 penghasilan petani hanya Rp21,76 juta/orang, tahun 2017 meningkat menjadi Rp23,92 juta/orang.

“Produktivitas tenaga kerja pada sektor pertanian merupakan rasio antara PDB Sektor Pertanian berdasarkan harga konstan dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat pada sektor pertanian. Ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sektor pertanian,” katanya.

Pada tahun 2015 ada 36,31 juta orang yang bekerja pada sektor pertanian, sementara pada tahun 2016 dan 2017 masing-masing 35,37 juta orang dan 35,16 juta orang.

Sementara PDB Sektor Pertanian berdasarkan harga konstan pada tahun 2015 sebesar Rp790,12 trilun, dan pada tahun 2016 dan 2017 meningkat masing-masing menjadi Rp813,58 triliun dan Rp840,88 triliun.

“Dengan memanfaatkan kedua jenis data inilah, rasio antara PDB dengan jumlah tenaga kerja menunjukkan, selama periode 2015 hingga 2017 produktivitas tenaga kerja sektor pertanian terus meningkat,” jelas Ketut.

Dia mengatakan, membaiknya produktivitas tenaga kerja ini mengindikasikan setiap tenaga kerja yang terlibat pada sektor pertanian mampu menghasilkan output atau nilai tambah yang semakin besar.

Hal ini tidak lepas dari upaya yang terus-menerus dilakukan Kementan melalui program terobosan, yakni Program Upaya Khusus peningkatan produksi pangan strategis.

“Petani selalu mendorong petani untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi, seperti penggunaan benih varietas unggul baru, perbaikan manajemen pemupukan dan pengairan, termasuk juga mendorong penggunaan alat mesin pertanian modern,” ujarnya.

Selama pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini, bantuan mekanisasi pertanian mencapai 385.170 unit, naik 1.526% dari 2013. Dengan mekanisasi produktivitas tenaga meningkat tajam.  “Dulu 1 hektare jika tanam manual butuh waktu 25 hari oleh 1 orang, kini hanya butuh waktu 3 jam saja,”  tegasnya. PSP