Tak Ada Benih Jagung Bantuan Dijadikan Pakan Ternak

0
239

Sampai sejauh ini belum ada benih jagung bantuan yang diberikan pemerintah kepada petani, dijadikan pakan ternak. Demikian dikatakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Desa  Punti Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima Saifurrahman.

“Tidak ada satu pun petani binaan saya atau kelompok tani yang menerima  benih jagung bantuan menjadikannya pakan ternak,” kata Saifurramhan, ketika dihubungi wartawan, Jumat (28/12/2018)

Saifurrahman yang membina 37 kelompok tani (Koptan) di Desa  Punti Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, perlu menjelaskan soal bantuan benih jagung ini karena belakangan ini muncul berita  miring tentang benih jagung bantuan dijadikan sebagai pakan ternak.

Sebelumnya Syamsudin dari Dusun Rade, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, penerima bantuan mengatakan benih bantuan tersebut dijadikan petani sebagai pakan ternak. Sebab, bibit itu tidak cocok di lahan petani.

“Benih bantuan banyak yang disimpan digudang. Kalau dirumah, saya pakai untuk pakan ternak,” katanya, yang dihubungi wartawan di Bima, Rabu (26/12/2018)

Fajrin, petani dari Dusun Doro Mbubu mengatakan bantuan varietas bibit dari pemerintah tidak sesuai dengan pembahasan di UPTD. “Katanya stok untuk BISI-18 itu habis, makanya yang disalurkan BISI-2 dicampur Premium-191,” ujar Fajrin.

Fajrin, bersama petani lainnya mengaku sangat kecewa dan menyayangkan jika persoalannya adalah stok. Karena dari kualitas, ia mengatakan, BISI-18 lebih unggul dibandingkan BISI-2 dan Premium-191.

“Yang memberikan keterangan kepada media itu bukan Ketua Koptan. Namanya kebetulan sama dengan Ketua Koptan Keto Dore Jati. Kami sudah klarifikasi, bahwa pernyataan itu tidak benar sama sekali,” tegas Saifurrahman

Dia menjelasakan, tadi malam (Kamis,27/12/2018) semua pengurus Koptan di Desa Punti, rapat, di rumah Kepala Desa. “Hasilnya, dibuat surat penyataan bahwa berita yang menyebutkan benih bantuan dijadikan pakan ternak adalah berita  hoax atau bohong,”  jelasnya.

Saifurrahman menyebutkan, bantuan benih jagung baik BISI-2 maupun Premiun 191, sudah ditanam petani, kini tumbuh subur. Petani mengharapkan memang benih BISI  karena sebelumnya petani sudah tanam jenis ini.

“Dengan hadirnya bantuan benih BISI dan Premium, masyarakat merasa terbantu. Benih tersebut kini sudah tumbuh,” ungkapnya.

Dia berharap berita bohong tersebut tidak mempengaruhi pengadaan benih jagung pada tahun 2019. “Saya khawatirkan pemberitaan ini akan mempengaruhi bantuan benih pada tahun depan,’ tegasnya.

Direktur Serelia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang mengingatkan kepada petani, benih jagung tidak bisa dijadikan pangan ternak karena sudah dicoating dengan pestisida.

“Itu petani  terlalu men-dramatisir. Benih jagung dijadikan pakan ternak. Memang petani mau ternaknya keracunan?” tegasnya. Bambang menambahkan, jika benih jagung dijadikan pakan ternak, maka ternak akan mati karena benih itu ada pestisidanya.

Dia mengatakan, pemerintah inginnya memberikan benih sesuai dengan perminaan petani. Artinya, diprioritaskan, tetapi  kalau tidak tersedia, diberikan alternatif.“Kalau benih alternatif tidak suka, ya tidak usah diterima,” katanya.. Jamalzen