Koperasi Agar Ikut Pasarkan Produk Perhutanan Sosial

0
231
Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi Sekjen KLHK Bambang Hendroyono (kiri) dan Ketua Kopkarhutan Awriya Ibrahim memperhatikan salah satu produk usaha perhutanan sosial di galeri Kopkarhutan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menantang koperasi untuk memanfaatkan peluang usaha di bidang lingkungan hidup dan kehutanan khususnya produk usaha perhutanan sosial. Pemanfaatan produks usaha perhutanan sosial diyakini bisa menunjang kelestarian hutan sekaligus menunjang kemajuan

“Banyak peluang usaha perhutanan sosial yang bisa dimanfaatkan, baik hasil hutan non kayu maupun jasa lingkungan dan wisata,” kata dia saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Karyayan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kopkarhutan) di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Siti mengapresiasi Kopkarhutan yang semakin inovatif. Dengan total aset mencapai Rp70 miliar, Kopkarhutan dinilai Menteri Siti layak menjadi koperasi unggulan di Indonesia.

“Saya turut berbangga Kopkarhutan semakin berjaya di usia 49 tahun. Di saat Kementerian Koperasi dan UKM membubarkan 40.013 koperasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir karena alasan tidak aktif, Kopkarhutan tetap eksis dan terus tumbuh,” katanya

Menteri juga mengapresiasi kinerja Kopkarhutan yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir, telah terwujud peningkatan signifikan dalam pemupukan modal, penyaluran kredit, serta Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan kepada anggota

Untuk menjadikan Kopkarhutan sebagai koperasi unggul, Menteri Siti meminta Kopkarhutan terus melakukan inovasi terutama dalam mengembangkan rencana bisnis memanfaatkan peluang-peluang yang ada khususnya dibidang lingkungan hidup dan kehutanan agar Kopkarhutan terus maju dan berkembang.

Selain itu Menteri Siti juga berpesan agar modernisasi dalam pengelolaan koperasi terus didorong, seperti pemanfaatan teknologi informasi, yang saat ini semakin penting keberadaannya untuk menunjang kinerja dan menjadikan pengelolaan koperasi dapat dibuat seperti pengelolaan sebuah korporasi.

Selanjutnya Menteri Siti juga menginginkan agar seluruh ASN Kementerian LHK baik di pusat maupun di UPT, Honorer/Tenaga Upah seyogyanya menjadi anggota Kopkarhutan karena banyak manfaat yang akan diperoleh jika menjadi anggota. Dengan menjadi anggota koperasi, maka turut membantu perekonomian bangsa karena koperasi merupakan salah satu yang telah diakui Bappenas sebagai penggerak perekonomian nasional dengan kontribusi pada pembangunan nasional sebesar 4,48% dari PDB berdasar data per triwulan III 2017, atau nilainya setara Rp452 triliun. Jumlah tersebut diperoleh dari aktivitas koperasi di seluruh Indonesia yang terdata sebanyak 153.171 unit, dengan anggota koperasi aktif tercatat mencapai 26,54 juta orang.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Kopkarhutan, Awriya Ibrahim menyatakan penghargaan atas perhatian yang besar dari Menteri LHK terhadap perkembangan Kopkarhutan. Ada banyak hal strategis yang sudah dilakukan untuk memenuhi arahan dari Menteri LHK demi kemajuan Kopkarhutan.

“Kehadiran Ibu Menteri pada acara ini menunjukkan kepedulian beliau pada Kopkarhutan. Kami sudah melakukan beberapa arahan Ibu yang merupakan terobosan strategis untuk mengembangkan Kopkarhutan, seperti pemanfaatan teknologi informasi untuk kemudahan pelayanan, perluasan cakupan keanggotaan, menaikan plafon pinjaman anggota, membuat program pinjaman darurat, pengelolaan aset dan lain sebagainya, namun masih banyak yang harus disempurnakan, ini yang akan menjadi pekerjaan rumah pengurus selanjutnya,” ujar Awriya.

Dalam perjalanan usahanya, Kopkarhutan mencatatkan beberapa penghargaan, yaitu pada Tahun 2014 Kopkarhutan berhasil mendapat penghargaan Koperasi Terbaik Berprestasi Tingkat Nasional. Kemudian, pada kegiatan Tahun Buku 2017, Kopkarhutan meraih Penghargaan Koperasi Terbaik dalam penilaian Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia Tingkat DKI Jakarta, artinya Kopkarhutan adalah koperasi terbaik dari seluruh kantor kementerian yang ada di Jakarta.

Saat ini Kopkarhutan dalam melakukan usahanya memiliki 10 unit usaha, yaitu Usaha Simpan Pinjam, Perparkiran, Penjaminan, Aneka Usaha, Toko, Pengelolaan Aset, Ekowisata, Even Organizer, Perbengkelan dan Arborea Cafe. Arborea Kafe, Ekowisata dan Perbengkelan merupakan inovasi bisnis yang baru dikembangkan oleh Kopkarhutan.

Acara RAT kali diagendakan mendengarkan laporan pertanggungjawaban kerja pengurus masa bakti 2014-2018 yang dilanjutkan dengan pemilihan pengurus baru masa bakti 2019-2023. Dalam acara ini juga ditandatangani prasasti tentang peresmian ruangan baru Kopkarhutan di Lantai 2 Gedung Manggala Wanabakti, sekaligus menandai dibukanya Galeri tentang lingkungan dan kehutanan yang bertempat di ruangan lama Kopkarhutan. Penandatanganan juga dilakukan oleh Menteri Siti untuk dokumen yang menandai penyerahan pengelolaan Arborea Cafe kepada Kopkarhutan.

Sugiharto