Peran Ditjen PSP Signifikan, Produksi Jagung Melimpah

0
119
Produksi jagung petani terbukti melimpah, salah satunya berkat bantuan sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan). "Kita harus mengapresiasi bahwa petani memang luar biasa. Bertanam dengan bagus, produksi dengan bagus dan hasilnya juga luar biasa bagus," papar Sekretaris Ditjen PSP Kementan, Mulyadi Hendiawan (tengah kaca mata) saat panen jagung di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, akhir Februari 2019.

Bantuan sarana dan  prasarana yang diberikan pemerintah, melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), terbukti mampu mendongkrak produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale) petani. Bentuk keberhasilan ini terlihat saat panen jagung di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, akhir Februari 2019.

Hadir di acara tersebut Sekretaris Ditjen PSP Kementan, Mulyadi Hendiawan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Abdul Rachman, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar, Dandim 0818, Kepala Desa Sindurejo serta  warga masyarakat sekitar.

Berdasarkan data, lahan pada panen perdana jagung di Desa Sindurejo memiliki hamparan tanaman jagung seluas 200 hektare (ha), sedangkan lahan yang ditanami jagung di Kecamatan Gedangan seluas 2.000 ha. Pada panen jagung ini, Ditjen PSP memberi bantuan berupa traktor tangan, hand sprayer dan ganclong.

Sekretaris Ditjen PSP Kementan, Mulyadi Hendiawan mengatakan, petani harus bersyukur, khususnya petani daerah Malang. Pasalnya, meski lahannya tidak begitu subur, tetapi petani jagung ini bisa menanam jagung dengan baik. Produksinya juga bagus, sehingga hampir di seluruh  wilayah-wilayah di pegunungan yang ditanami semuanya bisa dipanen.

“Artinya, kita harus mengapresiasi bahwa mereka luar biasa. Bertanam dengan bagus, produksi dengan bagus dan hasilnya juga luar biasa bagus,” papar Mulyadi.

Dari segi harga, lanjutnya, petani juga tidak mendapatkan persoalan. Pasar banyak dan harganya juga sudah hampir seluruhnya di atas harga inpres. “Saya lihat petani di sini sudah bekerja dengan bagus. Pemerintah berterima kasih atas kehebatan petani yang ada di sini, sehingga Jawa Timur menjadi salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia,” tutur Mulyadi.

Ketika ditanya bantuan apa saja yang sudah diberikan pemerintah kepada petani di Desa Sindurejo, Mulyadi mengungkapkan bahwa bantuan dari Ditjen PSP sudah banyak disalurkan lewat rehab jaringan irigasi. Selain itu ada traktor, pompa, tranplater, hand sprayer dan kompliter sudah disalurkan dengan baik.

“Tinggal sekarang kita melakukan pendampingan pengawalan supaya harga tidak jatuh. Dengan demikian petani mendapatkan harga yang bagus dan bisa bertanam dengan baik,” kata Mulyadi.

Ditanya tentang target pemerintah, khususnya Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, terhadap komoditas jagung, Mulyadi menuturkan bahwa target tahun 2018 mencapai hampir 3 juta ton untuk seluruh Indonesia.

“Tahun 2019 ini mungkin kita targetkan sekitar 3,3 juta ton, dan itu sekarang meliputi daerah Gorontalo, Sulawesi Utara, daerah sentral Jawa Tengah, Jawa Timur,” kata Mulyadi.

Dengan target tersebut, diharapkan bisa penuhi seluruh kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Apalagi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah mencanangkan akan ekspor ke wilayah Filipina, Malaysia. “Sekarang ini panen luar biasa serentak di daerah Jawa dan luar Jawa,”  tegasnya.

Sukses Tingkatkan Produksi

Mentan Amran Sulaiman mengatakan, produksi jagung nasional hingga saat ini mampu mencukupi kebutuhan domestik dan sudah diekspor 372.000 ton. Dengan peningkatan produksi jagung melalui Upsus, pemerintah berhasil menghemat devisa sekitar Rp31 triliun.

“Kita berhasil meningkatkan produktivitas jagung. Kita kawal pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Bahkan, kita akan upayakan lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Selain berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan jagung nasional, Mentan berharap hasil panen juga akan meningkatkan pendapatan petani. Keberhasilan yang dicapai petani Jagung di tempat ini, juga telah dirasakan oleh para petani di daerah lain.

Belum lama ini, Mentan melakukan jagung di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di areal seluas 1.200 ha.

Sebelumnya, panen jagung juga terjadi di Lebak Banten, Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan, Lampung, Gunungkidul di Yogyakarta, Tuban Jawa Timur, Malang, Banyuwangi dan banyak lokasi lainnya.

Mentan telah meminta Perum Bulog untuk melakukan penyerapan hasil panen. Dengan menyerap hasil panen jagung petani ini, maka Bulog telah menyiapkan buffer stock (persediaan ekstra) yang sewaktu-waktu dapat digunakan terutama ketika terjadi kekurangan pasokan di pasaran.

“Selain itu, kami juga telah meminta kepada perusahaan jagung dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk ikut serta dalam menyerap hasil panen petani. Sehingga petani langsung merasakan hasil panennya dengan harga yang memuaskan,” katanya.

Mentan menaruh harapan besar, komitmen serapan 1 juta ton per bulan jagung oleh GMPT dapat segera terealisasi. Untuk itu, Mentan juga meminta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) mengoptimalkan pemanfaatan dryer yang telah disalurkan Kementan.

“Kami perlu tegaskan, dryer tersebut adalah untuk digunakan oleh petani, bukan oleh tengkulak,” tegasnya. Dia menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan ekspor hasil produksi jagung di sejumlah daerah, termasuk hasil panen dari Kalimantan yang memiliki potensi memasok jagung secara nasional.

“Dalam waktu 1-2 bulan ini kita sudah ekspor lagi. Dari Gorontalo rencana ekspor 113.000 ton. Belum lagi dari Jawa Timur, NTB dan menyusul dari Kalimantan yang memiliki potensi besar karena lahannya bagus,” katanya.

Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy menambahkan, Kementan akan memberikan bantuan kepada petani jagung apapun yang dibutuhkan. “Kita sediakan benih, pupuk dan alat mesin pertanian (Alsintan) sesuai kebutuhan. Tujuannya agar petani makin semangat dan meningkatan produksinya,” katanya.

Bantuan Alsintan yang diberikan untuk tahun 2019 sebanyak 66 unit. Yang terdiri dari corn sheller 10 unit, power thresher 8 unit, power thresher multiguna 8 unit, dryer UV 1 unit, UPH jagung 1 paket, traktor roda dua 2 unit dan rice transplater 2 unit.

“Selain itu juga ada bantuan benih jagung hibrida untuk luas lahan 7.500 ha. Semuanya bantuan termasuk Alsintan senilai Rp200 miliar,” katanya. PSP