Tingkatkan Gizi Anak Sekolah, Cargill Alokasikan 500.000 dolar AS

0
298
Althur Manulang, Commodity Analyst, World Trade Group Cargill Indonesia (ke-8 dari kiri), berfoto bersama Peter Holtsberg, Deputy Country Director UN WFP Indonesia (ke-11 dari kiri), perwakilan dari Yayasan JPIC, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pemda Deli Serdang, setelah melakukan peluncuran Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) di Kabupaten Deli Serdang.

Cargill mengumumkan komitmen untuk kembali mendukung peningkatan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan bantuan senilai 500.000 dolar Amerika melalui World Food Programme (WFP) PBB, Selasa (12/3/2019).

Kontribusi dari Cargill ini akan membantu WFP dalam memberikan bantuan teknis dan dukungan pembangunan kapasitas kepada ProGAS.

Direktur Pengembangan Sekolah Dasar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khamim, mengatakan, Kemendikbud meningkatkan cakupan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) di 39 kabupaten pada tahun 2019. “Kami mendukung sepenuhnya inisiatif Cargill bersama WFP untuk memperluas program ke daerah dan sekolah lain,” katanya.

ProGAS bertujuan untuk menciptakan program makanan sekolah rumahan untuk mengatasi masalah gizi dan kebersihan yang lazim ditemukan di kalangan siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu. Sejak peluncuran ProGAS pada 2016, Cargill bersama dengan WFP telah membantu lebih dari 100.000 siswa di seluruh Indonesia. Makanan yang disediakan oleh ProGAS disiapkan oleh anggota masyarakat setempat menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari petani lokal. Makanan yang disajikan bertujuan untuk menyediakan setidaknya seperempat dari kebutuhan kalori harian anak.

Country Representative Cargill Indonesia Arief Susanto, menyatakan pihaknya sangat termotivasi dengan hasil yang menggembirakan dari implementasi ProGAS dengan WFP pada periode sebelumnya. Cargill Indonesia percaya bahwa dalam jangka panjang ProGAS dapat terus berkontribusi secara positif untuk meningkatkan gizi, kesehatan, dan kapasitas anak-anak Indonesia.

“Komitmen kami untuk ProGAS sangat selaras dengan misi Cargill dalam memberi gizi pada dunia serta membangun rantai pasokan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal,” katanya.

Sebagai bagian dari keterlibatan kami dalam ProGAS 2019-2020, Cargill akan memperluas cakupan implementasi di beberapa lokasi tambahan sekitar area operasional Cargill di seluruh Indonesia.

Sementara itu World Food Programme Representative Indonesia Anthea Webb,, mengatakan, WFP mengapresiasi dukungan Cargill untuk memperluas cakupan ProGAS. “Dengan kerja sama ini, kami membantu siswa menjadi lebih sehat, lebih pintar, dan lebih kuat,” katanya.

Selain menyediakan sarapan yang seimbang dan bergizi untuk anak-anak sekolah dasar, ProGAS juga menciptakan peluang bagi penduduk lokal untuk memperoleh pemasukan tambahan. Petani lokal memiliki kesempatan untuk menjual hasil pertanian mereka ke ProGAS dengan harga yang lebih baik. Sementara itu, penduduk lokal dapat memperoleh penghasilan hingga Rp2 juta setiap bulan dengan menjadi anggota tim memasak ProGAS, sekaligus mendapat tambahan pengetahuan terkait prinsip-prinsip penting tentang kesehatan, nutrisi, dan persiapan makanan secara higienis. Sugiharto