Alsintan Hantarkan Petani Bekerja Lebih Cepat dan Efisien

0
133

Petani kini merasakan manfaat alat dan mesin pertanian (Alsintan) dalam usaha tani. Di Kabupaten Subang, Jawa Barang, misalnya. Petani mengakui penanaman menjadi lebih cepat dan hemat. Begitu juga petani di Brebes dan daerah lain. Alsintan dirasakan sangat meringankan beban mereka.

“Dulu hanya setahun sekali menanam padi. Setelah menggunakan traktor, kami bisa menanam padi 2 kali setahun,” ujar Ade Rasdi, petani asal Dusun Menyeti, Kecamatan Dawuhan, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar).

Ade Rasdi mengaku sudah puluhan tahun bercocok tanam padi dan palawija. Lahan sawah seluas 0,25 hektare (ha), yang merupakan warisan leluhur, Ade Rasdi menggantungkan hidupnya. Sawah yang semula hanya dikerjakan secara tradisional itu awalnya memang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Namun, setelah  2-3 tahun lalu diperkenalkan dengan alat dan mesin pertanian (Alsintan),  Ade Rasdi bisa menanam padi setahun 2 kali dan palawija setahun sekali. Dia mengaku, olah lahan dengan traktor itu lebih cepat dan hemat. Sangat jauh berbeda ketika membajak sawah dengan sapi atau kerbau.

“Apalagi, saat ini buruh tani sangat mahal dan sulit mencarinya. Sehingga penggunaan Alsintan seperti traktor sangat membantu petani,” papar Ade Rasdi. Pria paruh baya yang mendapat pengetahuan bercocok tanam dari orang tua dan leluhurnya ini mengaku, produktivitas padi yang ditanam petani di Kecamatan Dawuhan hanya 4,2 ton/ha. Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) Rp5.000/kg.

Menurut dia, tanah sawah di Kecamatan Dawuhan umumnya tanah merah yang kurang subur. Sehingga padi yang ditanam petani produktivitasnya tidak terlalu tinggi. “Tapi, kalau ditanami jagung, produktivitasnya rata-rata bisa mencapai 10 ton/ha,” ujarnya. Jagung manis yang ditanam petani bisa dijual dengan harga Rp3.000/kg.

Ade Rasdi juga mengungkapkan di daerahnya sudah tak ada masalah dengan pupuk subsidi. Sebab, pupuk subsidi ke petani Dawuhan sudah lebih dari cukup. “Hanya saja, kami masih mengalami kesulitan dalam memberatas OPT, seperti sundep yang kerap menyerang padi kami,” kata dia.

Ade Rasdi, yang juga dipercaya sebagai Ketua KelompokTani Suki Mukti II, berharap pemerintah bisa membantu  menangani OPT di Kecamatan Dawuhan. “Kalau serangan OPT ini tak segera diatasi, kami khawatir bisa gagal panen,” tegasnya.

Kartu Tani

Sementara itu Bupati Brebes, Idza Priyanti mengatakan, dukungan Alsintan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produksi pertanian, yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kabupaten Brebes telah mendukung ketahanan pangan regional dan nasional. Utamanya komoditas padi dan bawang merah yang menjadi ikon Kabupaten Brebes. Terpenuhinya Alsintan tentu akan lebih meningkatkan hasil pertanian,” katanya, Senin (25/3/2019).

Menurut dia, Brebes telah menyumbang sekitar 20% dari produksi bawang merah nasional. Pemberian bantuan Alsintan sesuai anggaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022. Ada lima program utama berkaitan langsung dengan masyarakat petani.

Di antaranya, program peningkatan ketahanan pangan, program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan, program peningkatan produktivitas tanaman pangan, program peningkatan produktivitas hortikultura dan perkebunan, serta program pengelolaan sumber daya lahan dan sarana prasarana pertanian.

“Pemberian bantuan Alsintan juga dalam rangka efisiensi usaha tani pertanian dan menjawab kelangkaan tenaga kerja yang bergerak di pertanian,” jelasnya.

Dia berharap, dengan bantuan Alsintan petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan efisiensi waktu. Karenanya, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pusat, guna memajukan serta meningkatkan hasil produksi pertanian di Indonesia.

“Kepada petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) Kabupaten Brebes, saya juga berharap untuk lebih memaksimalkan katu tani. Selain itu, pemerintah juga akan membantu modal petani, salah satunya dengan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP),” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir Yulia Hendrawati mengatakan, persoalan stategis bidang pertanian adalah belum optimalnya produksi dan produktivitas.

Selain itu, belum optimalnya infrastruktur, perubahan iklim yang memicu bencana alam dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Di samping itu, penggunaan pupuk dan pestisida anorganik yang belum sesuai anjuran.

Modernisasi Pertanian

Dia berharap, dengan bantuan Alsintan petani bisa meningkatkan produktivitas tanaman. “Jumlah penerima bantuan kurang lebih 700 orang dari beberapa kelompok petani yang ada. Kali ini, penyerahan bantuan di wilayah Brebes Pantura, yaitu Kecamatan Brebes, Jatibarang, Wanasari, Bulakamba, serta Losari,” kata Yulia.

Dia menyebutkan, bantuan bersumber dari APBD dan APBN tahun 2019. Total pagu belanja langsung APBD sebesar Rp14.606.165.000. Total bantuan hibah kepada kelembagaan petani sebesar Rp7.381.168.000, dengan rincian Rp526.500.000 untuk kegiatan tanaman pangan, Rp850.068.000 untuk hortikultura, Rp5.026.600.000 untuk pembangunan infrastruktur pertanian dan Alsintan, serta Rp950.000.000 untuk lumbung dan pangan.

“Kemudian, total pagu APBN sebesar Rp6.777.000.000, terdiri atas empat Satuan Kerja (Satker), yaitu Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, dan Badan Ketahanan Pangan,”  tegasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, Alsintan yang diberikan di antaranya berupa combine harvester yang digunakan untuk memanen tanaman padi.

Total combine harvester yang diberikan kepada kelompok tani di Kabupaten Brebes pada 2019 ini jumlahnya mencapai 64 unit. Untuk mesin kultivator yang digunakan untuk pengolahan tanah sekunder ada 67 unit.

“Adanya combine harvester di Kabupaten Brebes ini diharapkan proses produksi pertanian lebih efektif karena petani tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya saat panen,” harapnya.

Sarwo Edhy menambahkan, bantuan berbagai Alsintan tersebut bagian dari modernisasi pertanian sebagai solusi menangani minimnya minat masyarakat yang bekerja di sektor pertanian. Juga sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian.

Dengan demikian, hasil produksi pertanian di Brebes akan meningkat. Apalagi, Brebes merupakan satu dari sekian daerah yang menjadi penopang utama kebutuhan pangan nasional. PSP