Dharma Satya Nusantara Tingkatkan Kapasitas PKS

0
37
Kelapa Sawit (pixabay.com)

PT Dharma Satya Nusantara Tbk tahun 2019 ini akan meningkatkan kapasitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menjadi 570 ton per jam dari kapasitas tahun 2018 sebesar 510 ton per jam, dengan selesainya satu PKS baru berkapasitas 30 ton per jam dan perluasan kapasitas salah satu PKS lainnya sebesar 30 ton per jam.

“Perseroan juga membangun Bio CNG-Plant yang mengolah limbah cair PKS menjadi compressed bio-methane gas dengan kapasitas 280 m3 per jam dan tenaga listrik berkapasitas 1,2 megawatt, yang ground breakingnya sudah dilakukan pada akhir tahun 2018,” kata Direktur Utama Perseroan, Andrianto Oetomo  dalam Public Expose yang dihadiri oleh manajemen perseroan di Jakarta, Kamis (09/05/2019).

Menurutnya, pembangunan Bio-CNG Plant ini sebagai bagian dari kebijakan sustainability Perseroan, yang nantinya akan digunakan untuk menggantikan bahan bakar solar di PKS dan perumahan karyawan di sekitar kebun.

Dalam paparan Public Expose,  perusahaan yang memiliki kode di pasar saham DSNG itu menjelaskan produksi TBS pada kuarta I 2019 sebesar 512 ribu ton, naik 73% dibandingkan kuartal I 2018 sebanyak 296 ribu ton. Sedangkan produksi CPO pada kuartal I 2019 sebesar 129 ribu ton, naik 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh membaiknya produktivitas kebun sejak beberapa bulan terakhir yang telah kembali seperti produktivitas dua tahun lalu. Selain itu, adanya tambahan produksi CPO dari perusahaan yang diakuisisi Perseroan pada akhir 2018 lalu.

Volume penjualan CPO juga naik dua kali lipat menjadi 166 ribu ton dibandingkan sebesar 82 ribu ton pada kuartal I tahun lalu, seiring kenaikan produksi ditambah dengan penjualan sisa inventory yang sempat tertahan tahun lalu akibat kongesti logistik kapal pengangkut CPO.

Kenaikan tersebut ikut mendongkrak nilai penjualan Perseroan pada kuartal I tahun ini mencapai Rp 1,37 triliun, naik 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun harga rata-rata CPO Perseroan turun sebesar 20% dari Rp 7,7 juta per ton menjadi Rp 6,1 juta per ton. Dari total penjualan tersebut, segmen usaha kelapa sawit memberikan kontribusi sebesar 82%.

Untuk segmen usaha produk kayu, pada kuartal I 2019 Perseroan juga berhasil meningkatkan penjualan sebesar 9% menjadi Rp 242 miliar dibandingkan kuartal I 2018, yang terutama disumbangkan oleh peningkatan volume penjualan produk panel sebesar 17% seiring dengan naiknya harga rata-rata produk panel sebesar 8%.

Bagi Dividen

Sementara dalam  Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) Tahunan, perseroan menyetujui untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 104,6 miliar atau Rp 10 per saham. Total dividen yang dibagikan tersebut mencapai 25% dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2018 sebesar Rp 420,5 miliar.

Selain penggunaan laba bersih, RUPS Tahunan juga menyetujui mata acara lainnya, antara lain perubahan susunan pengurus Perseroan sehubungan dengan pengunduran diri Direksi Perseroan Bapak Ricky Budiarto dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2017 dalam implementasi Online Single Submission (OSS). Buyung N