Kementan Gelar Pangan Murah Ramadhan hingga Idul Fitri 2019

0
22

Komitmen kuat Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas produk petani dengan menghasilkan pangan pokok dan strategis melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta dibukanya saluran distribusi pangan Toko Tani Indonesia (TTI) untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok dan strategis, kembali dilaksanakan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2019.

Dalam kunjungan melihat Operasi Pasar di Pasar Induk Kramat Jati,  Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengguyur pasar dengan 3 kontainer bawang putih atau sekitar 100 ton, dan 1 kontainer bawang putih di TTIC.

“Dengan upaya yang kami lakukan ini, kami harapkan dalam waktu dekat harga bawang putih dan bawang merah kembali stabil dan normal kembali,” ujar Mentan saat melaunching Gelar Pangan Murah (GPM) di TTIC, Minggu (5/5/2019).

Menurutnya, upaya stabilitasi harga pangan ini perlu dilakukan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, atau lebih murah dibanding harga pasaran.

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan GPM secara bertahap di 100 titik lokasi yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, PD Pasar Jaya, Asosiasi Supplier, Importir, Food Station dan lain-lain.

“Melalui GPM yang kami lakukan, secara psikologis telah menurunkan harga bawang merah dan bawang putih. Tercatat di beberapa pasar DKI Jakarta telah terjadi sedikit penurunan, harga bawang merah dari Rp50.000/kg menjadi Rp30.000-Rp40.000/kg, sedangkan harga bawang putih sedikit menurun dari Rp60.000/kg menjadi Rp40.000-Rp50.000/kg,” ujar Agung.

Menurutnya, GPM adalah langkah awal mengendalikan harga pangan di tingkat konsumen sebagaimana Permendag 98/2018 menyampaikan bahwa harga komoditas pangan bisa murah tanpa harus merugikan petani.

“Melalui GPM, petani tetap memperoleh keuntungan, pedagang juga tetap memperoleh marjin keuntungan yang wajar, dan aksesbilitas masyarakat dalam memperoleh harga pangan terjangkau juga terpenuhi,” ujar Agung.

Pihaknya diakui Agung dapat menjual berbagai komoditas pangan lebih murah karena diperoleh langsung dari petani, yang menjual kepada (Gapoktan) kemudian memasok ke TTI selaku pedagang eceran dan di pasar-pasar PD Pasar Jaya.

“Melalui GPM yang terus dilakukan, kami berharap harga pangan dapat lebih terjangkau,” pungkas Agung.

Dalam GPM ini, komoditas yang dijual diantaranya beras TTI Rp8.500/kg, bawang merah Rp22.000/kg, bawang putih Rp22.000/kg, cabai merah Rp18.000/kg, daging ayam Rp30.000/kg, telur ayam ras Rp23.000/kg, daging sapi beku Rp75.000/kg, minyak goreng Rp10.000/liter dan gula pasir Rp11.000/kg serta produk pangan lainnya.

GPM sudah dilaksanakan sejak 12-16 April lalu di 9 pasar, dengan menggelontorkan masing-masing 10 ton bawang merah dan bawang putih dengan harga Rp22.000/kg. Selanjutnya, pada  18-21 April 2019 di 5 pasar dan TTIC yang menghabiskan bawang merah 3 ton dan bawang putih 5 ton, dan pada  1 Mei 2019 sebanyak 3 ton.

Tercatat total bawang merah dan bawang putih yang telah digelontorkan sejak GPM pertama kali adalah 18 ton bawang merah dan 15 ton bawang putih.

“Kami sangat senang dengan adanya pasar murah ini, apalagi mau memasuki bukan puasa,” ujar Ibu Ati yang sedang berbelanja di TTIC. MAL