Pelajar Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah Plastik

0
30
Siswa-siswa terlibat dalam kampanye Ramadhan Bersih Sampah Plastik di Rest area Cibubur Tol Jagorwi, Jakarta, (16/5/2019)

Sampah plastik masih menjadi permasalahan bagi negara-negara di dunia. Kemampuan sampah plastik yang dapat bertahan hingga ratusan tahun telah menimbulkan permasalahan di bidang lingkungan hidup.

Untuk mengatasi masalah lingkungan akibat keberadaan sampah plastik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan berbagai program, seperti kampanye Ramadhan Bersih Sampah.

Program kampanye ini telah digelar di pelbagai tempat, salah satunya di rest area tol Jagorawi KM 10, Cibubur, Jakarta, Kamis (16/05/2019). Pemilihan rest area menjadi target kampanye kendalikan sampah plastik karena rest area salah satu tempat yang disinggahi selama musim puasa dan mudik lebaran. Dalam kampanye tersebut, KLHK mengajak pengunjung rest area untuk mengurangi pemakaian kantung plastik sekali pakai.

Kampanye tersebut melibatkan sebanyak 60 siswa dan 15 guru dari 7 sekolah berpredikat Adiwiyata Nasional mulai tingkat SD, SMP dan SMA. Para pelajar berinteraksi dengan para pengunjung rest area, menukar tas plastik yang masih digunakan masyarakat dan menggantinya dengan tas guna ulang ramah lingkungan serta membagikan tumbler.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pengendalian plastik perlu dilakukan karena sampahnya dinilai cukup berbahaya dalam jangka panjang bagi manusia.

Pengendalian plastik antara lain dilakukan dengan pengelolaan plastik melalui pengurangan sumber dan penanganan. “Mengurangi dari sumber sangat penting antara lain dari acara-acara seperti Hari Raya Lebaran dan mudik. Karena itu, langkah seperti yang dilakukan ini sangat penting,” kata Menteri Siti.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Helmi Basalamah menjelaskan, meningkatnya konsumsi makanan dan minuman selama bulan Ramadhan berbanding lurus dengan meningkatnya kemasan makanan tersebut.

Dikatakan, ibadah puasa yang identik dengan anjuran untuk menahan diri dan disiplin, ternyata justru cenderung untuk konsumsi berlebih bulan Ramadhan. Di Jakarta saja, selama Ramadhan 2018 ada tambahan 289 ton sampah makanan dan kemasan makanan setiap harinya, termasuk kemasan plastik sekali pakai.

“Untuk itulah KLHK mengkampanyekan Ramadhan Bersih Sampah sehingga jumlah produksi sampah plastik bisa diturunkan,” katanya.

Helmi mengatakan, salah satu tujuan kampanye tersebut adalah meningkatkan kesadaran  masyarakat  dalam  pengelolaan sampah, terutama  pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di kawasan  rest area  dengan melibatkan pelajar sekolah Adiwiyata Nasional sebagai Pasukan Patroli  Sampah/Agen Perubahan Pengelolaan Sampah.

Dia mengingatkan bahwa pengendalian sampah plastik perlu dilakukan karena sampah plastik dinilai berbahaya untuk jangka panjang dan merupakan limbah yang tidak bisa terurai di alam secara cepat. “Sampah plastik yang dibuat itu baru bisa hancur ratusan tahun,” ucapnya.

Karena itu, sampah plastik bukan hanya menjadi masalah bagi pemerintah saja, tetapi juga bagi semua elemen masyarakat di negeri ini. “Sampah plastik bisa menjadi public enemy atau musuh bersama jika tidak ditangani dengan baik,” kata Helmi.

Helmi mengakui kalau saat ini pemahaman mengenai kerugian akibat keberadaan sampah plastik sudah meningkat di kalangan masyararakat, terutama di kalangan pelajar.  Bahkan,  kalangan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi mereka sudah menjadi aktivis dalam rangka kampanye cantik tanpa sampah plastik.

Untuk itu, keterlibatan kalangan pelajar dalam kampanye penanggulangan sampah plastik dapat memberikan kontribusi positif bagi hasil yang dicapai dari kegiatan kampanye itu.

“Keterlibatan pelajar sebagai duta untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas kalau para pelajar saja sudah banyak yang menghindari penggunaan plastik, seharusnya seniornya juga mengikutinya,”” papar Helmi.

Dalam kampanye di rest area Tol Cibubur, para pelajar, guru pembimbing, petugas rest area dan tenant rest area, terlebih dulu mendapatkan pembekalan peningkatan kapasitas dari KLHK dan Greeneration Foundation, selain itu talkshow yang menampilkan generasi muda inspiratif, Tasya Rosalina yang menjadi core team pada kampanye World Cleanup Day (WCD) yang dilaksanakan di 155 negara.

Kemudian mereka dibagi menjadi beberapa kelompok yang disebar di beberapa titik di rest area tersebut guna menyampaikan pesan-pesan mengenai peduli lingkungan dengan tidak menggunakan kantung belanja berbahan plastik yang dibawa pengunjung.

Kampanye melibatkan pelajar di rest area memang terbukti berhasil. Sejumlah pengunjung yang kedapatan membawa kantung plastik, mendapatkan penjelasan dari para pelajar mengenai dampak negatif dari penggunaan bahan-bahan plastik, termasuk kantung plastik.

Para pelajar yang menjadi duta kampanye itu kemudian menawarkan kepada pengunjung untuk menukar  kantung plastik belanjaannya dengan tas serba guna berbahan non plastik. Tawaran tersebut diterima dengan antusias oleh pengunjung.

“Saya mendukung kegiatan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam melakukan kampanye penanggulangan sampah plastik di rest area,”” kata Sutrisno, yang mendapat tas serba guna sebagai ganti dari kantung plastik belanjaannya.

Dia juga meminta gerakan kampanye ini tidak hanya dilakukan di rest area saja, tetapi juga di lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya orang banyak, seperti di pasar, stasiun dan   lokasi lainnya.

Helmi Basalamah menjelaskan kalau kampanye penanggulangan sampah plastik memang menyasar tempat-tempat umum. Bahkan, pihaknya akan menggelar kampanye di sejumlah lokasi yang menjadi area arus mudik.

Kami akan menggelar kampanye di lokasi arus mudik dengan disertai sanksi terhadap mereka yang melakukan pelanggaran,” jelas Helmi.

Selain kampanye mengenai dampak negatif sampah plastik, KLHK juga melakukan sejumlah kegiatan seperti pembinaan karakter pelajar dan masyarakat, penyedian tempat daur ulang (TDU) sampah plastik dan mendukung kegiatan yang dilakukan  seperti sedekah sampah plastik yang digelar tempat- tempat ibadah. AI

Kepala Badan P2SDM KLHK Helmi Basalamah (kiri) berdialog dengan pelajar yang turut dalam kampanye Ramadhan Bersih Sampah Plastik di di rest area tol Jagorawi KM 10, Cibubur, Jakarta, Kamis (16/05/2019).

Sekolah Adiwiyata Pelopor Bersih Sampah Plastik

Kalangan pelajar menjadi ujung tombak dalam kampanye penanggulangan sampah plastik di dalam negeri. Mereka bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengurangi sampah plastik.

“Keterlibatan pelajar juga berfungsi sebagai proses perubahan karakter masyarakat dari dunia pendidikan dan kedepannya, Indonesia bisa mengurangi penggunaan sampah plastik,” harap  Helmi Basalamah

Adapun kalangan pelajar yang dimanfaatkan menjadi ujung tombak dalam kampanye tersebut antara lain adalah pelajar dari sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri. Dia menjelaskan saat ini terdapat sekitar 3.000 sekolah berstatus Adiwiyata Nasional di dalam negeri dan jumlah itu akan terus bertambah karena banyaknya permohonan dari sekolah-sekolah untuk berstatus Adiwiyata Nasional sejak tahun 2017.

Hal tersebut diakui Sri Hartati, guru pembimbing dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 193, Cakung, Jakarta Timur yang berstatus Adiwiyata Nasional.

“Kegiatan kampanye ramah lingkungan sangat baik karena memberikan edukasi kepada pelajar soal lingkungan, mendorong mereka menerapkan budaya ramah lingkungan baik di rumah, sekolah maupun di lingkungannya,” ucapnya.

Menurut Sri, sebagai sekolah berstatus Adiwiyata Nasional, SMP Negeri 103  juga menerapkan kegiatan  berbasis ramah lingkungan. “Misalnya, tidak lagi menggunakan sedotan plastik di lingkungan sekolah.

Selain itu, pelajar sekolah tersebut juga memiliki disiplin tinggi untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan, seperti membuang sampah di bak sampah yang telah disiapkan sesuai dengan jenis sampahnya. AI