Profesional Kehutanan Siap Kerja Lulusan SMKKN

0
28
Kepala Badan P2SDM KLHK Helmi Basalamah bersama wisudawan-wisudawati SMK Kehutanan Negeri Kadipaten, Selasa (7/5/2019)

Elisa Dwi Septianika tersenyum. Terik matahari pagi, yang membuat peluh di wajahnya bercucuran, rupanya tak bisa menghalangi kebahagiaan setelah dipanggil sebagai salah satu wisudawan terbaik tahun 2019 di Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri (SMKKN) Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019).

Skor rata-rata yang diperoleh Elisa mencapai 87,189, hasil akumulasi proses belajar selama tiga tahun. Angka tertinggi di antara 94 siswa yang dinyatakan lulus dan diwisuda pagi itu. Elisa dan kawan-kawannya diwisuda langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Helmi Basalamah.

Wisuda di SMKKN Kadipaten adalah satu dari lima wisuda tahun 2019 yang digelar di SMKKN yang berada di bawah pembinaan langsung KLHK. Selain SMKKN Kadipaten, wisuda juga digelar di SMKKN Pekanbaru, Kamis (2/5/2019);  SMKKN Samarinda, Sabtu (4/5/2019); SMKKN Makasar, Sabtu (4/5/2019); dan SMKKN Manokwari, Kamis (9/5/2019). Total lulusan SMKKN pada tahun ini mencapai 447 siswa.

Kepala BP2SDM KLHK, Helmi Basalamah menjelaskan, wisuda SMKKN tahun ini berada pada pada periode yang sangat penting. Pasalnya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ke-4 (periode tahun 2020-2024) menitikberatkan isu peningkatan SDM yang berkualitas dan berdaya saing guna mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Menurut Helmi, strategi link and match antara dunia pendidikan dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) terus diperkuat, terlebih di era Revolusi Industri 4.0 ini. Lulusan sekolah vokasi, termasuk SMK Kehutanan, dituntut memiliki kompetensi yang memadai tidak hanya dari sisi praktis, namun juga dari aspek formal dalam bentuk sertifikasi kompetensi.

Merespons hal itu, Badan P2SDM KLHK sebagai instansi yang menaungi SMKKN telah memfasilitasi siswa yang akan lulus untuk mengikuti uji kompetensi bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk 4 keahlian sesuai bidang keahlian yang diselenggarakan SMKKN. Empat bidang keahlian itu adalah kompetensi pembuatan bibit generatif, kompetensi pembuatan peta hasil pengolahan titik GPS, kompetensi pengukur dan penguji kayu bulat, dan pemandu wisata alam. Dalam waktu dekat, setidaknya akan ditambah 6 bidang kompetensi yang akan menjadi pilihan bagi para siswa yang akan lulus.

Ganis PHPL

Tak cukup sampai di situ. Helmi menuturkan, menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Badan P2SDM telah melakukan terobosan untuk menyelengarakan Pelatihan Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL)- Penguji Kayu Bulat Rimba (Ganis PKBR) bagi siswa SMKKN bidang keahlian Teknik Produksi Hasil Hutan yang akan lulus. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal PHPL KLHK dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI).

“Jadi, selain memiliki ijazah, wisudawan SMKKN akan memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang keahlian ketika belajar di SMKKN, dan sertifikat kompetensi Ganis PKBR,” kata Helmi.

Dia melanjutkan, dengan skema pelatihan ini, dihasilkan lulusan dengan kompetensi yang lebih lengkap, lebih siap kerja dan diterima oleh perusahaan-perusahaan industri primer sektor kehutanan. Sebagai contoh, tak lama setelah dinyatakan lulus, banyak siswa SMKKN Samarinda yang ‘dipesan’ sejumlah perusahaan kehutanan. “Padahal, administrasi kelulusannya saja masih dalam proses,” kata Helmi.

Sertifikasi Ganis PKBR bagi lulusan SMKKN menjadi salah satu layanan yang diberikan kepada investor sektor kehutanannya. Harapannya, iklim usaha sektor kehutanan semakin baik sehingga penerimaan devisa negara dari sektor kehutanan juga meningkat.

Untuk perusahaan-perusahaan sektor kehutanan, tersedianya Ganis PKBR yang berasal dari lulusan SMKKN, sangat menguntungkan. Sebab, dahulu, perusahaan-perusahaan itu harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menyelenggarakan diklat sendiri bagi staf mereka.  Kini, perusahaan-perusahaan itu bisa mendapat Ganis PKBR yang berasal dari lulusan SMKKN.

Helmi melanjutkan, ke depannya, kerja sama dengan pihak-pihak terkait akan terus dikembangkan untuk berbagai kompetensi bidang teknis lainnya. Sebut saja untuk pengujian kayu olahan, pengujian mutu benih, pengujian mutu bibit, interpretasi wisata alam, inventarisasi hutan, pengukuran dan perpetaan guna memenuhi kebutuhan tenaga teknis di sektor Kehutanan.

“Nantinya, sektor swasta dan BUMN yang yang terkait dapat memanfaatkan lulusan SMK Kehutanan ini untuk menjadi tenaga teknis yang handal di perusahaan dalam menjalankan usaha secara tertib dan taat aturan,” kata Helmi.

Strategisnya peran SMKKN dalam menyediakan tenaga teknis yang profesional menjadikannya sebagai salah satu penyokong program besar yang kini sedang digarap KLHK: Perhutanan Sosial. Untuk itu, penerimaan siswa SMKKN ke depan akan memperhatikan faktor keberpihakan dan keadilan. Langkah kongkretnya adalah menyediakan slot khusus untuk penerimaan siswa yang berasal dari keluarga kelompok tani hutan penerima izin perhutanan sosial. “Jadi, saat siswa itu lulus bisa mengoptimalkan izin usaha perhutanan sosial yang diterima Kelompok Tani Hutan daerah asalnya,” kata Helmi.

Kepala Badan P2SDM KLHK Helmi Basalamah dan Kepala SMKKN Pekanbaru Maryati, bersama pada wisudawati [eraih peringkat terbaik usai prosesi wisuda di SMKKN Pekanbaru, Kamis (2/5/2019)
Wisudawan Asal Luar Negeri

Yang menarik dari wisudawan SMKKN tahun 2019 ini adalah adanya wisudawan yang tidak berpaspor garuda. Mereka adalah siswa asal Timor Leste yang menjadi bagian dari kerja sama yang pernah ditandatangani Pemerintah Indonesia dengan Timor Leste untuk pengembangan SDM tahun 2016.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya KLHK yang memberikan bea siswa kepada putra putri Timor Leste bersekolah di SMKKN,” kata Pascoal Barros De Marco, Koordinator Kabinet Direktorat Jenderal Kehutanan, Kopi, dan Tanaman Industri, Kementeran Pertanian dan Perikanan Republik Demokratik Timor Leste.

Sesuai nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani, pada saat ini telah ada 20 siswa asal Timor Leste yang mendapat bea siswa pendidikan di SMKKN di Indonesia yang tersebar masing-masing 5 siswa di SMKKN Kadipaten, SMKKN Pekanbaru, SMKKN Samarinda dan SMKKN Makassar.

Pascoal berharap, jumlah siswa yang mendapat bea siswa bisa meningkat hingga setidaknya 50 orang. Pasalnya, Timor Leste sangat membutuhkan tenaga teknis kehutanan menengah. “Wisudawan kali ini langsung kami rekrut sebagai pegawai kehutanan,” katanya.

Selain bea siswa di SMKKN, dukungan pengembangan SDM Timor Leste dari KLHK juga diberikan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan di sejumlah Balai Diklat Kehutanan. AI