Alsintan Dorong Pencapaian Target LTT

0
50

Alat dan mesin pertanian (Alsintan) dirasakan sangat membantu petani dalam mengolah lahan pertanian, sehingga target Luas Tambah Tanam (LTT) bisa dicapai dengan mudah. Tidak hanya itu, produktivitas tanaman juga meningkat.

Hal tersebut dirasakan petani di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Marsudi mengatakan, produktivitas  padi petani di Ngawi saat ini rata-rata sebanyak 8 ton/hektare (ha) Gabah Kering Panen (GKP).

“Bahkan, pada musim tanam (MT I) tahun ini, di sejumlah kecamatan ada yang produktivitasnya mencapai 10 ton/ha GKP,” katanya. Kabupaten Ngawi merupakan salah satu sentra padi yang hingga kini menjadi tumpuan produksi padi di Jawa Timur (Jatim).

Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi hingga saat ini terus melakukan percepatan tanam dengan alat dan Alsintan, sehingga petani Ngawi bisa tanam dan panen tiga kali setahun.

“Kalau ada sejumlah sawah yang kebetulan tak ada fasilitas irigasi, mereka bisa menggunakan pompa air. Kalau memang tak memungkinkan untuk tanam padi, petani masih bisa tanam palawija, misalnya jagung dan kedelai pada musim kemarau, seperti yang terjadi saat ini,” katanya.

Marsudi juga mengatakan, selain penggunaan Alsintan, bantuan pemerintah seperti pupuk (bersubsidi) dan benih juga menjadi faktor  pendorong meningkatnya produktivitas padi petani. “Kalau dulunya, dalam ubinan hanya 6-7 ton/ha, saat ini rata sudah mencapai 8 ton/ha (GKP),” ujar Marsudi.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menyebutkan,  lahan baku sawah saat ini seluas 50.197 ha. Target luas tambah tanam  pada tahun 2017 lalu sebanyak  85.392 ha.

Dari target LTT tersebut, sampai akhir tahun 2017 lalu sudah tercapai. Bahkan, pada  tahun 2018, dari target LTT seluas 133.438 ha, sampai akhir  tahun 2018 sudah  tercapai seluas 134.507 ha.

Untuk mengembangkan mekanisasi pertanian di Ngawi, Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi bekerja sama dengan kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) membentuk Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Bantuan Alsintan dari pemerintah ini akan dikelola langsung oleh UPJA.

“Melalui UPJA tersebut, anggota poktan maupun gapoktan bisa menyewa Alsintan untuk olah lahan hingga panen,” jelas Marsudi.

Marsudi juga mengatakan, sudah banyak Alsintan yang diberikan ke petani. Bahkan, jumlah traktor roda (TR 2) yang swadaya di Ngawi ini jumlahnya sekitar 5 kali lipat dari jumlah bantuan TR 2 yang diberikan ke petani.

Bantuan Alsintan tersebut, lanjut Marsudi, berdampak signifikan terhadap olah lahan petani. Artinya, olah lahan petani jadi lebih cepat, tanam lebih cepat dan panen juga lebih cepat.

“Penggunaan Alsintan juga lebih efektif dan efisien. Saat panen dengan combine harvester tingkat kehilangan hasilnya sangat rendah. Sehingga, penggunaan Alsintan ini juga berdampak terhadap peningkatan produksi padi,” kata Marsudi.

Menurut Marsudi, Alsintan yang dikelola sejumlah gapoktan melalui UPJA di Ngawi tak hanya berperan dalam mewujudkan modernisasi pertanian, tapi juga sebagai sumber usaha baru bagi petani. “Tak sedikit petani yang bergabung mendirikan UPJA dan menjalankan usaha sewa Alsintan mendapat untung dari usaha tersebut,” jelas  Marsudi

Pemerintah Terus Mendorong

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy memang mendorong realisasi LTT padi di Ngawi sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan bahkan harus meningkat dari tahun sebelumnya.

Sarwo Edhy mengatakan, untuk strategi agar LTT bisa berjalan mulus, maka perlu memberikan pengertian kepada petani yang sudah panen untuk segera menyiapkan penanaman kembali.

Kemudian soal kebutuhan bisa segera disampaikan. Pihaknya meminta untuk pemanfaatan dengan maksimal terhadap Alsintan yang telah disalurkan.

“Jika selama ini tanam sekali, bisa menjadi dua kali atau yang dua kali tanam bisa tiga kali tanam dalam setahun. Dengan demikian, produksi bisa meningkat,” kata Sarwo Edhy, Selasa (25/6/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto mengatakan, pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Kudus sangat terbantu dengan adannya bantuan Alsintan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya produktivitas di bidang pertanian.

Menurut dia, pemerintah pusat memberikan perhatian yang luar biasa. Hal ini karena program-program pertanian di wilayah Kabupaten Kudus mendapat penilaian baik.

“Ke depan, kami berharap banyak bantuan Alsintan yang diberikan sesuai kebutuhan di lapangan, seperti combine harvester besar untuk memperkuat Brigade di Kudus,” kata Catur.

Catur berharap UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan) dapat memaksimalkan penggunaan Alsintan serta dapat melakukan pelatihan Alsintan. “Aapabila terjadi kerusakan bisa langsung ditangani dan diperbaiki, sehingga bantuan yang diberikan tidak mangkrak. Selain itu, umur Alsintan juga lebih panjang,” imbuhnya.

Menurut dia, pelatihan teknis Alsintan penting dilakukan untuk meningkatkan kompetensi teknis operasional dan perawatan Alsintan serta manajerial UPJA. Dari pemula menjadi profesional dalam pemanfaatan pengoperasian Alsintan, sehingga dapat terus meningkatkan produksi dan pendapatan petani.

“Semoga dengan pelatihan ini pemanfatan Alsintan digunakan secara optimal untuk meningkatkan produtivitas serta mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia,” katanya. PSP