Pohon Lokal untuk Rehabilitasi Hutan Giam Siak Kecil

0
37
(kiri-kanan) Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project Makoto Nikkawa, Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba, dan Head of Conservation APP Sinar Mas Dolly Priatna menanam bibit pohon lokal pada acara penanaman pohon tahunan APP Sinar Mas yang keenam di Giam Siak Kecil, Riau.

Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, International Tropical Timber Organization(ITTO), Belantara Foundation, perwakilan bisnis dari Jepang dan Indonesia, serta masyarakat setempat untuk menanam 10.000 bibit pohon di hutan yang terdegradasi. Para peserta menanami area seluas 20 hektare di kawasan Giam Siak Kecil, Riau dengan bibit pohon jelutung dan berbagai pohon buah-buahan lokal.

Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba mengatakan restorasi dan konservasi hutan di Indonesia adalah bagian dari komitmen APP Sinar Mas yang tertuang dalam Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) perusahaan. “Dengan berkolaborasi bersama berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri seperti lewat kegiatan penanaman pohon hari ini, kita dapat berkontribusi secara nyata terhadap Aksi Iklim, salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang dicanangkan oleh PBB,” katanya dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Selasa (3/9/2019)

Inisiatif penanaman pohon tahunan ini telah berjalan untuk keenam kalinya. Inisiatif ini juga sejalan dengan rekomendasi ahli ekologi tanaman dari Yokohama National University di Jepang, Professor Akira Miyawaki. Pada kunjungannya ke area konservasi perusahaan tahun 2014 lalu, Miyawaki merekomendasikan penanaman spesies tumbuhan endemik demi mempercepat pemulihan hutan yang rusak. Sejak itu, 42.000 pohon dari berbagai spesies lokal telah ditanam di 87 hektare area konservasi.

Tahun ini, penanaman pohon dilakukan di area konservasi terdegradasi seluas 20 hektare milik mitra pemasok APP Sinar Mas, PT Arara Abadi, yang berlokasi di Giam Siak Kecil. Penanaman spesies tanaman lokal akan membantu rehabilitasi kawasan tersebut, yang juga dikenal sebagai tempat tinggal harimau dan gajah Sumatra.

Masyarakat setempat juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dan akan membantu perusahaan untuk melindungi kawasan tersebut dari perambahan ilegal. Di masa depan, masyarakat ini juga akan mendapat manfaat dari hutan yang telah dipulihkan melalui produk-produk non-kayu seperti getah pohon dan buah.

Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project Makoto Nikkawa menyatakan inisiatif penanaman pohon ini memainkan sejumlah peran penting. Merehabilitasi dan melindungi hutan membantu perekonomian masyarakat setempat karena dapat menjaga dan menambah mata pencaharian mereka. “Kegiatan seperti ini juga akan memiliki dampak positif secara global, yaitu membantu memerangi perubahan iklim dan merawat hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya,” katanya. Sugiharto