Perubahan Iklim, Tokoh Dunia Jadi Pembicara di Paviliun Indonesia

0
49
Tokoh perubahan iklim dunia Al Gore, berbincang dengan Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim Rachmat Witoelar (membelakangi kamera) dan Penanggung Jawa Paviliun Indonesia, Agus Justianto, usai menyampaikan pidato di Paviliun Indonesia, pada Konferensi Perubahan Iklim, (COP UNFCCC) ke 24 di Katowice, Polandia.

Sejumlah tokoh dunia dijadwalkan menjadi pembicara di Paviliun Indonesia saat berlangsungnya konferensi perubahan iklim COP UNFCCC ke 25 di Madrid, Spanyol, 2-13 Desember 2019.

Diantara yang sudah dipastikan adalah Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat yang bersama panel antar pemerintah untuk perubahan iklim dianugerahi nobel perdamaian. “Al Gore rutin hadir menjadi pembicara di Paviliun Indonesia saat konferensi perubahan iklim. Ini sudah ketiga kalinya,” kata Penanggung Jawab Paviliun Indonesia Agus Justianto di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Selain Al Gore, tokoh dunia lain yang akan hadir adalah Profesor Nicholas Stern. Dia adalah ekonom penulis buku ‘The Economics of Climate Change’ yang menjadi kitab rujukan global dalam memperhitungan dampak perubahan iklim dalam paradigma ekonomi.Ada juga Profesor Jeffrey Sachs, ekonom Amerika Serikat yang memiliki banyak pemikiran tentang pengentasan kemiskinan.

Menurut Agus, yang juga Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan , kehadiran tokoh dunia akan berdampak positif pada Paviliun Indonesia, sebagai bagian dari soft diplomacy Indonesia pada konferensi perubahan iklim. Para tokoh dunia itu akan akan mendatangkan massa yang pada akhirnya akan meningkatkan perhatian publik pada Paviliun Indonesia. “Al Gore bahkan punya ‘jemaah al goriyah’,” kata Agus menggambarkan bagaimana besarnya massa pengikut pemikiran Al Gore.

Agus menekankan, Paviliun Indonesia beruntung kehadiran para tokoh tersebut sebab mendatangkan mereka tidaklah mudah. Apalagi jadwal para tokoh tersebut  sejatinya sangat padat.

Selain sesi yang menghadirkan tokoh global, total ada 42 sesi diskusi panel yang digelar di Paviliun Indonesia. Diskusi akan menampilkan berbagai aksi yang dilakukan oleh seluruh stakeholder di tanah air untuk mencegah perubahan iklim.

Selain diskusi panel, Paviliun Indonesia juga akan digelar atraksi seni, budaya, dan kuliner sebagian bagian dari soft diplomacy dalam pengendalian perubahan iklim.

Sementara itu Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong menekankan pentingnya penyelenggaraan Paviliun Indonesia pada konferensi perubahan iklim. “Sebagai bagian dari soft diplomacy, Paviliun Indonesia akan mendukung negosiasi yang dilakukan delegasi Indonesia di meja perundingan,” katanya. Sugiharto