Rehabilitasi Lahan Serap Tenaga Kerja

0
74
Menteri LHK Siti Nurbaya memberi bantuan bibit secara simbolis kepada masyarakat saat saat mengunjungi Persemaian Permanen di KPH Pekalongan Barat, Kabupaten Tegal, Sabtu (16/11/2019).

Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) memiliki manfaat ganda untuk memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) sekaligus menyediakan lapangan kerja.

Pelaksana Tugas Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hudoyo menjelaskan pemerintah menyediakan dukungan anggaran untuk penanaman pohon yang sangat besar pada tahun 2019 dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,7 triliun untuk RHL tahun 2019 untuk rencana penanaman pohon di areal seluas 206 ribu hektare selain pengembangan kebun bibit dan persemaian,” katanya saat mendampingi Menteri LHK Siti Nurbaya dan Wakil Menteri LHK  Alue Dohong melakukan kerja inspeksi kebun bibit di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2019.

Inspeksi dilakukan untuk memastikan kesiapan bibit saat musim tanam 2019 yang ditandai dengan masuknya musim penghujan.

Menteri Siti menuturkan, dirinya sedang berkeliling Indonesia untuk melakukan observasi ke persemaian, dari mulai persemaian yang disiapkan pemerintah sampai kebun bibit masyarakat.  “Karena keberhasilan tumbuh kembangnya pohon dimulai dari pembibitan yang baik. Bapak Presiden juga menugaskan untuk melakukan pemulihan lingkungan,” ujar Menteri Siti Nurbaya.

Menteri Siti juga mengajak untuk melakukan penanaman pohon sebagai upaya pemulihan selain pencegahan terhadap banjir dan kekeringan. “Caranya yaitu mari kita menanam pohon, kita perbaiki lahan kritis. Kita percaya kalau pohonnya bagus, airnya juga akan bagus, lingkungan yang baik bagi masyarakat juga terawat,” kata Menteri Siti.

Selain itu, keberadaan pohon dapat menahan kenaikan suhu bumi, yang disebut perubahan iklim. Menurut sebuah penelitian, Indonesia perlu menanam 800 ribu ha/tahun agar memiliki iklim yang stabil dan sejuk.

Persemaian permanen di KPH Pekalongan Barat, Kabupaten Tegal, Sabtu (16/11/2019).

Rehabilitasi diarahkan pada daerah-daerah destinasi wisata super prioritas Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo dan Likupang serta pada lokasi ibukota negara di Kaltim. Selain itu pada lokasi 15 DAS prioritas, 15 Danau Prioritas, daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor, serta daerah hulu dari 65 bendungan/waduk.

“Selain yang kita lakukan bersama masyarakat ini, pemerintah juga menegaskan kepada pengusaha yang memakai kawasan hutan dalam usahanya melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk harus melakukan rehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon,” katanya.

Kegiatan RHL, menurut Menteri Siti, juga menyerap tenaga kerja, sehingga sejalan dengan prioritas pemerintah lima tahun ke depan. “Selain memperbaiki lingkungan, kita juga mengambil kesempatan dalam rangka perluasan kesempatan kerja atau lapangan kerja. Pada areal satu hektar persemaian permanen seperti ini saja, memerlukan 30 sampai 40 orang tenaga kerja,” kata Siti Nurbaya.

Oleh karena itu, RHL Tahun 2019 juga diarahkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

Dalam jangka pendek, peningkatan kesejahteraan masyarakat ini dilakukan melalui pelibatan dalam pembibitan dan penanaman. Sedangkan dalam jangka panjang, masyarakat dapat menikmati hasil hutan bukan kayu dari tanaman RHL, seperti nangka, cengkeh, bahkan macadamia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis sangat tinggi. Sugiharto