Siswa SMK Kehutanan Unjuk Kompetensi

0
102
Siswa-siswa SMK Kehutanan Negeri Kadipaten menunjukan kemampuan mengukur volume kayu bulat pada Lomba Kompetensi Siswa yang diselenggarakan Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM KLHK, di Jakarta, Jumat (15/11/2019)

Siswa dari 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan Negeri dan 26 SMK yangmemiliki jurusan  kehutanan adu kemampuan pada lomba kompetensi yang digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selain menunjukan kemampuan, lomba tersebut juga diharapkan bisa memancing rekrutmen dari dunia industri.

Kepala BPPSDM KLHK Helmi Basalamah menjelaskan lomba kompetensi siswa (LKS) digelar untuk membentuk tenaga teknis menengah bidang kehutanan yang trampil, handal dan siap kerja. “Selain itu, juga untuk mendukung komitmen pemerintah dalam pembangunan SDM yang menitikberatkan pada pengembangan pendidikan vokasi,” ujar Helmi di Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Lomba ini merupakan ajang unjuk kebolehan siswa-siswi SMK Kehutanan di seluruh Indonesia dalam penguasaan empat bidang kompetensi keahlian, yaitu Kompetensi Keahlian Teknik Inventarisasi dan Perpetaan Hutan (TIPH), Teknik Produksi Hasil Hutan (TPHH), Teknik Reklamasi dan Rehabilitasi Hutan (TRRH), dan Teknik Konservasi Sumber Daya (TKSDH).

Helmi berharap, dengan kegiatan ini dapat lahir rimbawan-rimbawan unggul lulusan SMK Kehutanan yang akan menjadi tenaga kerja yang handal dan kompeten sesuai kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI). “Selain itu bisa mengembangkan kewirausahaan bidang kehutanan,” kata Helmi.

Menurut Helmi, lulusan SMK Kehutanan diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat tapak. Apalagi, KLHK sekarang membuka akses bagi masyarakat seluas 12,7 juta hektare.

“Saat ini sudah ada 6.000 izin hutan sosial dengan areal seluas 3,4 juta hektare. Tenaga teknis lulusan SMK harus bisa menjadi motor penggerak bagi izin masyarakat ini,” kata Helmi.

Dia juga menyatakan, tenaga teknis kehutanan menengah dibutuhkan dalam operasionalisasi kesatuan pengelolaan hutan (KPH). “Ada 600 KPH yang butuh tenaga terampil di lapangan,” katanya.

Sugiharto

Peserta LKS dari SMK Kehutanan Negeri Kadipaten