Mentan Lepas 12 Ton Bawang Putih untuk Stabilkan Harga

0
34
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat operasi pasar di Solo. Kamis [13/2/2020]

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar operasi pasar diberbagai daerah untuk menstabilkan harga berbagai komoditas.

Di Solo, pperasi Pasar di Solo  ini dilakukan secara serentak di 5 Pasar, yakni Pasar Gede, Rusukan, Ledoksari, Harjodaksino dan Pasar Gading untuk menstabilkan harga komoditas bawang putih dan cabai.  Bawang putih yang dilepas sebanyak 12 ton dengan harga Rp30.000/kg, cabai rawit merah dan cabai besar sebanyak 10 ton dengan harga masing-masing Rp35.0000/kg dan Rp30.000/kg.

“Operasi pasar ini merupakan bentuk nyata tugas negara dalam menyediakan kebutuhana pangan masyarakat dengan harga terjangkau dan stabil. Ketika terjadi kenaikan harga pangan tidak wajar, negara turun cepat bersinergi dengan pemerintah daerah, Polisi dan TNI untuk menyelesaikan bahkan menindak tegas oknum yang mempermainkan pangan,” ujar Mentan Syahrul, Kamis   (13/2/2020).

Kemudian, Syahrul menyatakan stok bawang putih pada Februari hingga ke depannya aman.  Sebab di akhir Februari hingga Maret terjadi panen raya yang menghasilkan bawang putih sebanyak 50 ribu ton. Bahkan Kementan pun menjamin 10 pangan pokok lainnya.

“Kalau begitu sampai dua hingga tiga bulan ke depan aman, tidak masalah. Mudah-mudahan juga virus corona selesai. Kalaupun virus corona terus terjadi di Cina, kita sudah hitung tidak hanya mengambil dari tempat virus, kita bisa datangkan dari India dan Amerika. Jadi mengurus rakyat itu harus total,” terangnya.

Oleh karena itu, Syahrul mengajak pemerintah daerah, TNI, Polri, perbankan dan asosiasi petani untuk turun tangan bersama menjamin kelancaran ketersediaan pangan. Dalam meningkatkan produksi, Kementerian Pertanian siap membantu petani dan pelaku usaha dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen.

“Asosiasi, pedagang dan Bulog mari kita sama-sama turun. Pak Walikota juga kita turun, mau KUR berapa saya siapkan. Dengan KUR kita juga bisa bangun jembatan atau penampung hasil produksi petani agar ke depan stok pangan kita aman, harga tidak lagi dimainkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Surakarta, Ahmad Purnomo sangat mengapresiasi upaya nyata Kementan dalam menstabilkan harga bawang putih dan cabai di Kota Surakarta dengan melakukan Operasi Pasar. Ia pun sepakat dengan Mentan Syahrul bahwa kenaikan harga bawang putih saat ini disebabkan karena bukan karena kekurangan stok, namun adanya berita hoax terkait virus corona.

“Untuk bawang putih, Solo raya itu umumnya konsumen, tidak ada produsen. Stok bawang putih sebenarnya masih cukup, namun kenaikan harga saat ini karena adanya berita hoax yaitu virus corona,” katanya.

Kemudian terkait cabai, Purnomo menyebutkan produksi petani sebenarnya masih cukup, sehingga kenaikan harga saat ini disebabkan karena rantai pasok dari petani ke pengepul lalu ke pasar yang cukup panjang.

“Jadi untuk antisipasi gejolak harga, kami usulkan agar di Kota Surakarta dibangun Dolog sebagai penampung hasil panen petani. Ke depan stok dan harga aman, petani, konsumen dan pegadang sama-sama diuntungkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahan Pangan, Agung Hendriadi menuturkan Kementan konsisten melakukan stabilisasi harga pangan. Sejak 30 Januari sampai sekarang, Kementan telah menggelar Operasi Pasar di DKI Jakarta, Sumatera Barat dan kali ini di Solo.

“Bawang putih Operasi Pasar kali ini 12 ton bisa penuhi pasar hingga 5 hari. Cabai rawit merah dan cabai besar 10 ton. Operasi Pasar ini sebenarnya tidak hanya mencukupi kebutuhan di Solo, tapi juga sampai ke Yogyakarta. Yang diinginkan dari Operasi Pasar ini adalah harga terus menurun hingga stabil,” ujarnya.

Atiyyah Rahma