Sentra Kerajinan Kipas Bambu yang Memesona Wisatawan

0
441
Pak Didik [Harwadi] Motivator Desa Wisata Jipangan

Desa Wisata Kerajinan Jipangan terletak di Dusun Jipangan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis Pedukuhan Jipangan merupakan daerah pegunungan dan berupa hamparan sawah. Pedukuhan Jipangan berbatasan dengan Pedukuhan Banyon, Pendowoharjo dan Sungai Bedog (timur).

Menggarap lahan pertanian dan pembuatan produk kerajinan bambu merupakan penghasilan pokok warga demi kelangsungan hidupnya. Kipas bambu merupakan produk utama dan unggulan. Kipas dibuat dengan bambu sebagai kerangka kipas. Bambu yang digunakan adalah bambu wulung atau bambu hitam karena seratnya halus dan tidak banyak serabut. Produk kipas bambu (suvenir) yang dirintis sejak tahun 1985 hingga sekarang mampu mendobrak perekonomian dan merupakan penghasilan andalan warga Jipangan.

Dengan produk unggulan ini, Desa Kerajinan Jipangan mempunyai rintisan atau gagasan untuk mempromosikan hasil produk industri kerajinan bambu sebagai desa tujuan wisata baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Dalam hal pemasaran hasil produk kerajinan kipas bambu tersebut tidak hanya pasaran dalam negeri melainkan sudah ekspor ke mancanegara. Tetapi menggarap sebuah wilayah untuk menjadi daerah atau tujuan wisata tidaklah gampang. Banyak yang harus dibenahi dan ditata. Bagaimana mengelola sebuah desa wisata, apa saja yang dinilai, Agro Indonesia berkesempatan mewancarai Harwadi yang biasa dipanggil Pak Didik, selaku pengurus dan motivator dalam Desa Wisata (DeWi) Jipangan.

Bagaimana asal  mula dirintis Dewi (Desa Wisata) Jipangan?

Desa wisata Jipangan berawal dari keprihatinan. Jipangan memiliki kekayaan alam, seperti bambu, sungai, lingkungan pedesaan, potensi lokal tetapi belum diolah dengan baik. Artinya itu kita kelola, kita beri wadah. Dan kami sadar, jika potensi tersebut dikelola dengan sungguh-sungguh dan dikemas dengan ide-ide kreatif maka akan jadi paket wisata yang menarik untuk disuguhkan, untuk dikunjungi. Desa Wisata Jipangan didirikan 26 November 2014 dan di canangkan oleh GKR Hemas pada15 Maret 2015

Apa saja potensi dan keunggulan yang bisa diangkat?

Salah satu keunggulan Dewi Jipangan adalah edukasi aneka jenis kerajinan, yang selama ini menjadi sumber  penghasilan masyarakat. Dalam rangka untuk meningkatkan sumber penghasilan, warga mencoba berkreasi  dengan potensi yang di miliki sejak 2012. Potensi wisata dari Dewi Jipangan tidak lepas dari keindahan lingkungannya. Potensi yang ditawarkan  adalah potensi kerajinan rakyat, upacara traditional dan potensi sumber daya alam.  Dusun Jipangan  sentra kerajinan kipas bambu, jumlah pengusaha yang khusus  produksi kipas bambu kini mencapai 58 orang.

Salah satu yang jadi andalan adalah sungai Bedog yang ada di sebelah Timur dusun Jipangan, memiliki pemandangann  yang sangat memukau, keindahan tebing-tebing di sepanjang sungai juga rafting yang ditawarkan Dewi Jipangan.

Jadi tidak hanya kipas bambu yang ditawarkan?

Ya, ada 3 unggulan di desa Jipangan yang kita angkat sebagai paket wisata. Pertama, wisata edukasi kerajinan bambu, dari pendirinya yang mengawali sampai saat ini dilestarikan  dan Alhamdulillah laku untuk di jual. Wisata bambu, wisata edukasi kerajinan, wisatawan diajak belajar membuat kerajinan bambu, mereka dapat berlatih dari proses awal, hingga akhir tahapan produksi dalam pembuatan kipas bambu.

Kedua, wisata alam. Disini ada 3 grojokan, yang disebut sebagai grandcanyon-nya Bantul. Wisatawan bisa menikmati aliran sungai Bedog dengan menggunakan ban dalam (tubing). Wisatawan akan didampingi pemandu. Wisata alam yang nginap kita ajak jalan-jalan. Jelajah alam ke gua Selarong agar kenal juga dengan Pahlawan Diponegoro.

Ketiga, wisata budaya seperti jatilan, gejog lesung, menabuh gamelan sehingga wisatawan akan mendapat pengalaman dan ilmu yang  tak terlupakan dari  Jipangan.

Bagaimana respons masyarakat dengan Dewi ini?

Respons sangat luar biasa. Banyak yang sudah datang kesini, belajar dan menginap di sini. Dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Bahkan kita sudah rutin kedatangan siswa-siswa SMA dari Surabaya yang menginap dan belajar di sini. Kita juga sediakan homestay, meski belum tingkat bisnis karena konsepnya kekeluargaan.

Menagatur banyak pengrajin bagaimana teknisnya?

Saat ini telah berdiri sebuah kelompok pengrajin kipas dari Jipangan dengan nama “Mas Panji” yang merupakan singkatan dari Masyarakat Pengrajin Jipangan dengan Kantor Sekretariat yang terletak di RT 04. Mas Panji didirikan bertujuan sebagai sarana komunikasi antara pengrajin dalam membangun dan mengembangkan usaha kerajinan di Dusun Jipangan. Usaha kerajinan kipas bambu ini telah berhasIl mengangkat perekonomian masyarakat Jipangan khususnya setelah hancur oleh gempa pada tahun 2006 silam.

Untuk menjadi desa wisata pasti ada kriterianya?

Ya tidak mudah menjadikan sebuah desa menjadi desa wisata karena banyak aspek penilaian. Sudah ikut lomba. Ada  3 kali penjurian. Pertama, penjurian desa wisata. Kedua,  Pokdarwis dan ketiga Pengelolaanya. Untuk desa wisata kita masuk juara 3,  Pokdarwis kita masuk kelima besar dan saat  ini desa ini juga sedang dinilai untuk perngelolaannya, kepengurusannya. Pengelola desa wisata, kepengurusan, aktivitas yang sudah ada, tidak hanya sekitar promo-promonya, edukasi. Aspek manajemennya, manajemen keuangan, personilnya.

Apa ada hambatan dalam mengelola desa wisata?

Hambatan pasti ada, mengelola orang banyak jelas ada kendala,  karena menyangkut banyak person, beda pemikiran, dan juga banyak yang ada kesibukan lain, kurang  kompak. Karena ada belum sadar wisata, belum sadar bahwa ini ada hasilnya. Jika sudah kenal baik, pasti akan datang sendiri. Tapi yang penting kita selalu rangkul, supaya tetap kompak. Merangkul semua stakeholder yg ada di masyarakat. Sehingga kegiatan pariwisata bisa berlanjut. Berjalan dan bisa membantu masyarakat. Tetap bisa guyub rukun dan bisa raket kompak.

Apa visi misinya?

Secara pribadi saya punya prinsip berbuat baik karena  sebaik baiknya orang adalah yang bisa bermanfaat buat orang lain. Tapi Dewi Jipangan juga punya visi misi. Visi dari Dewi Jipangan sendiri adalah menjadikan dusun Jipangan sebagai destinasi wisata yang bersih indah dan nyaman, menjaga kelestarian alam dan  memegang nilai nila tradisi adiluhung. Misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pariwisata mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat baik berupa sumber daya manusia maupun sumber budaya alam, membuat paket wisata yang menarik untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata.

Harapan ke depan?

Lebih maju juga meningkatkan ekonomi masyarakat. Masyarakat lebih menikmati hasilnya dan lebih merasakan hasilnya. Di sini asal mau bergerak, pasti dapat hasil. Seperti membuat kipas, membuat kipas memang lumayan rumit, tetapi jika mau mengerjakan, In Syaa Allah  bisa. Kita juga menggali potensi yang lain, yang bisa mendukung program dewa wisata Jipangan,  seperti kuliner. Salah satu kuliner minuman dari serai dan bubur organik, sudah ada 20 orang. Ke depan akan diupayakan untuk memberi nama produk tersebut sebagai ciri khas desa wisata Jipangan Dan dari program dewi ini bisa membantu masyrakat. Seperti  penerangan jalan, 2 tiang dikeluarkan dari kas Dewi Jipangan, bukan bantuan pemerintah tapi swadaya masyarakat Jipangan.

Anna Zulfiyah