KLHK Beri Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Bogor

0
114
Direktur Perbenihan Tanaman Hutan KLHK Mintarjo menyerahkan bantuan KLHK kepada masyarakat masyarakat dan Ponpes Nurul Hikmah, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Suka Jaya Kabupaten Bogor yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, JUmat (3/4/2020)

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan lainnya kepada masyarakat dan Ponpes Nurul Hikmah, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Suka Jaya Kabupaten Bogor yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor pada 25 Maret 2020.

Selain paket sembako, bantuan yang diberikan juga berupa bantuan bibit dalam bentuk Kebun Bibit Desa (KBD) yang diberikan secara gratis kepada masyarakat sebagai upaya mendukung gerakan penanaman pohon.

Penyerahan bantuan diwakili oleh Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Mintarjo, didampingi Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Citarum Ciliwung Taruna Jaya, Jumat (3/4/2020). Bantuan diterima oleh Kepala Desa Harkatjaya H.Soleh dengan disaksikan Danposmil Sukajaya Serma Admin, Babinsa Harkatjaya Kopka Arens, dan BPBD Kab Bogor M. Adam, serta Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Muhammad Kosasih. Selanjutnya pada hari itu juga dibagikan kepada warga yang berhak dan Ponpes Nurul Hikmah.

“Ibu Menteri LHK dan seluruh jajaran KLHK menyampaikan empati yang dalam atas apa yang menimpa dan dirasakan warga Desa Harkatjaya dan Ponpes Nurul Hikmah atas dampak bencana yang terjadi seraya mendoakan semoga bencana yang terjadi adalah bencana yang terakhir. Sebagai bentuk empati dan kepedulian, KLHK menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya,” kata Mintarjo.

KLHK juga berusaha membantu mengkomunikasikan dengan instansi pemerintah lainnya untuk membantu mengatasi permasalahan dan dampak bencana yg terjadi.

“Saya mengajak warga Desa, karang taruna, siswa sekolah, dan aparatur pemerintah di tingkat Desa dan kecamatan, melalui kepeloporan TNI melakukan gerakan penanaman pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng yang curam, terutama pada areal yang relatif terbuka, dengan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) dan tanaman tahunan lainnya, seperti jengkol, durian, alpukat, matoa, sengon, mahoni, dan gmelina,” kata Mintarjo.

Dia menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan gerakan penanaman KLHK memberikan bantuan bibit dalam bentuk Kebun Bibit Desa (KBD) yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

“Diharapkan bantuan yang diberikan dapat segera dibagikan kepada warga dan pondok pesantren yang terdampak bencana dengan koordinasi oleh kepala desa bersama-sama Danposmil, Babinsa, dan petugas BPBD,” kata Mintarjo.

Mintarjo mengimbau seluruh warga Harkatjaya dan sekitarnya, terutama pada bagian hulu DAS nya untuk dapat mengelola lahan secara lebih bijaksana, sesuai dengan karakter lahannya.

“Wilayah desa Harkatjaya dengan lereng yang curam, curah hujan yang tinggi, solum tanah yang tebal/dalam, dengan sifat tanah yang remah/gembur, sangat rawan terjadinya tanah longsor, sehingga budidaya yang sesuai adalah budidaya tanaman tahunan yang di selang seling dengan rumput vetifer, serta didukung dengan bangunan konservasi tanah dan air seperti Dam Penahan dan gully plug, untuk memperkuat stabilitas lereng pada bagian jurang dan gully atau parit yg merupakan proses erosi yang sangat lanjut,” jelasnya.

Sugiharto