KKP Ingatkan Pakan dan Obat Ikan Harus Tersertifikasi

0
320
Pakan ikan (foto: Cecep Risnandar dari Pixabay)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperingatkan bahwa seluruh pakan dan obat ikan beredar harus mengantongi sertifikat cara pembuatan yang baik dan harus terdaftar di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Kewajiban pendaftaran pakan ikan terutama bagi pelaku usaha yang memproduksi pakan dengan tujuan komersial. Sedangkan pendaftaran obat ikan wajib dilakukan sebelum obat ikan beredar.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Subjakto di Jakarta, Kamis (28/5/2020) menyatakan, setiap peredaran pakan ikan dan obat ikan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan registrasi dari KKP dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya.  Sebelumnya harus mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Pakan Ikan Yang Baik (CPPIB) atau Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOIB).

“Semuanya dalam rangka menjamin mutu produk dan pada akhirnya ada keterjaminan keamanan pangan bagi produk hasil budidaya,” kata Slamet.

Untuk mendorong produsen pakan dan obat ikan melakukan pendaftaran, KKP memberlakukan kebijakan percepatan pelayanan. Slamet menyatakan, KKP telah melakukan efisiensi birokrasi pelayanan.

Untuk obat ikan, diatur dalam Peraturan Menteri KP Nomor: 1/PERMEN-KP/2019 tentang Obat Ikan. Percepatan pelayanan telah dilakukan yaitu untuk penerbitan sertifikat pendaftaran obat ikan dari yang sebelumnya 12 hari kerja, sekarang menjadi 10 hari kerja. Sedangkan untuk penerbitan SKP Bahan Baku Obat Ikan, Sampel Obat Ikan dan Obat Ikan dari yang sebelumnya 3 hari kerja dan dilakukan secara manual, kini menjadi 2 hari kerja dan dilakukan secara online mulai penyampaian persyaratan, verifikasi dokumen hingga penerbitannya.

Sementara untuk layanan pendaftaran pakan ikan, berdasarkan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 55 Tahun 2018 tentang Pakan Ikan proses layanan prosedurnya dilakukan paling lama 20 hari kerja, lebih cepat dari sebelumnya proses 25 hari kerja.

Sugiharto