Menteri LHK Tegaskan Bantu Kebun Binatang yang Kesulitan Akibat COVID-19

0
47
satwa di kebun binatang [ilustrasi]

Pandemi COVID-19 berdampak pada pengelolaan lembaga konservasi (LK) seperti kebun binatang. Seluruh LK ditutup sebagai bagian dari penerapan kebijakan pembatasan social (social distancing) dan pencegahan penyebaran COVID-19.

Namun berkembang isu soal manajemen LK baik manajemen koleksi satwa maupun manajemen usaha. Terkait hal ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tetap memberikan dukungan agar LK tetap bisa menerapkan manajemen yang baik.

Siti Nurbaya

“Untuk masalah pakan satwa ada subsidi  pakan sebagaimana perintah re-focussing program dan anggaran.  Itu yang dikelola Dirjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) dan sudah berjalan,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya dalam keterangan pers tertulis, Sabtu (16/5/2020). 

Dijelaskan Menteri Siti, sejak awal kebijakan social distancing,  pihaknya mengantisipasi soal pakan satwa, karena satwa milik negara yang harus dijaga. “Biasanya kebun binatang  mendapat dukungan pakan dari pengunjung  atau dari buah-buah afkir di toko-toko.  Ada kerja sama tentang  hal seperti itu.  Tapi ketika mulai ada blokade wilayah mikro (PSBB) di kecamatan atau desa jadi sedikit terkendala,  tapi  teman-teman di UPT bisa atasi bersama Pemda. Dalam APBN sendiri sudah disiapkan dukungan  cadangan pakan,” katanya . 

Lebih lanjut dikemukakan Menteri Siti, satwa di LK tetap dipelihara meskipun telah ditutup untuk menghindari penyebaran virus COVID-19 di tempat keramaian. Pemberian pakan dan pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan untuk menjamin kesejahteraan satwa di LK.

Diakui Menteri Siti, penutupan seluruh LK telah memunculkan isu satwa kelaparan akibat kehabisan pakan sebagai dampak tidak adanya pemasukan. “Faktanya, meksipun telah ditutup pemeliharaan terhadap satwa di LK tetap dilakukan. Mulai dari pemberian pakan, pemeriksaan kesehatan hingga menjaga kebersihan lingkungannya,” katanya.

Hal lain yang juga dibantu KLHK lewat Sekretariat Jenderal adalah pemberian stimulus ekonomi seperti keringanan pajak dan keringanan  waktu bayaran cicilan.

“Bagian ini menjadi otoritas lembaga yang lain. Yang kami lakukan ialah mengusulkan dan  sudah bersama  ikut membahas bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri, termasuk di rapat-rapat terbatas kabinet dimana bapak Presiden sangat concern,” katanya

Menteri menegaskan penyelamatan satwa di kebun binatang yang jumlahnya sangat besar memerlukan penanganan. “Untuk itu Saya akan minta dukungan lagi kepada Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan tentang hal ini, demi manajemen pengelolaan LK secara keseluruhan, “ ungkap dia.

Sugiharto