Tekan Harga, Bulog Gelontorkan Ribuan Ton Gula

0
90
Gula milik Perum Bulog yang diimpor dari India telah tiba di Indonesia.

Perum Bulog mulai menggelontorkan ribuan ton gula kristal putih (GKP) ke pasar guna menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat dan menekan harga komoditas pangan tersebut yang saat ini masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Bulog baru saja mendapatkan pasokan gula dan akan segera menyalurkannya agar kebutuhan pokok bisa tetap tersedia, terlebih lagi di situasi luar biasa seperti sekarang, ditambah akan ada kegiatan Lebaran yang sudah di depan mata,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, usai rapat pimpinan internal Bulog di Jakarta, Kamis (14/05/2020).

Menurutnya, mulai akhir pekan ini Perum Bulog akan menggelontorkan sedikitnya 22.000 ton gula yang baru saja didatangkan dari India. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengisi kebutuhan gula di pasar rakyar pada bulan Ramadhan dan Lebaran, sehingga tidak ada kekhawatiran di masyarakat.

“Impor gula tersebut baru sebagian dari ijin impor yang diberikan negara kepada Bulog dari total 50.000 ton. Impor gula merupakan bagian dari penugasan negara untuk stabilisasi harga gula pasir,” kata mantan Kepala Bareskim Polri itu.

Sebagaimana diketahui bahwa harga gula pasir di tingkat konsumen sejak menjelang bulan Ramadhan hingga saaat ini mencapai harga Rp.19.000/kg sehingga perlu ada intervensi yang masif dari pemerintah. salah satu intervensi yang dilakukan pemerintaha adalah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor GKP dan menyalurkannya ke masyarakat.

Dengan stok yang dikuasai, Buwas mengatakan Perum Bulog sangat optimis dapat menekan harga gula kembali ke harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp.12.500 /kg.

Selain komoditas gula, Perum Bulog juga berusaha menjaga  keamanan jumlah stok beras yang tersebar di seluruh wilayah kerja Perum Bulog yang  hingga saat ini mencapai 1,4 juta ton.

Buwas menjelaskan, Perum Bulog juga terus melakukan pengadaan dalam negeri berupa gabah dan beras dari petani yang saat ini sedang panen raya dan hingga pertengahan Mei ini serapan Bulog sudah mencapai 290.000 ton.

“Kami optimis bahwa core bisnis kita tidak terganggu selama masa pandemi Covid-19 ini, dan kami selalu siap untuk mengemban tugas dari negara untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat serta penyerapan gabah beras dalam negeri selama panen raya yang kebetulan jatuh di bulan yang sama yaitu di bulan Ramadhan”, katanya.   Buyung N