Bahas Pengembangan Pangan di Lahan Eks PLG, KLHK Undang Pakar

0
59
Wamen LHK Alue Dohong [kiri] saat diskusi virtual soal pengembangan lahan eks proyek lahan gambut (PLG), Kalimantan Tengah untuk pengembangan pangan terpadu.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengundang sejumlah pakar untuk berdiskusi secara virtual  soal pengembangan lahan eks proyek lahan gambut (PLG), Kalimantan Tengah untuk pengembangan pangan terpadu.

Pendapat paara pakar diharapkan bisa menyempurnakan implementasi rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) terkait rencana Proyek Strategis Nasional tersebut.

Hadir dalam diskusi tersebut beberapa narasumber dari Universitas Palangka Raya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tanjung Pura dan Universitas Mulawarman.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong menjelaskan pertemuan untuk mendapatkan masukan dari berbagai aspek keilmuan dalam mendukung pengembangan ketahanan pangan nasional berkelanjutan di lahan eks PLG.

“Diskusi kali ini merupakan upaya tukar pikiran atau brainstorming untuk mendapatkan perspektif dari para ahli terkait aspek tanah gambut, kehutanan dan ekosistem, lingkungan hidup, dan sosial ekonomi-budaya,” ujar Wamen Alue Dohong, saat memberikan pengantar diskusi, Kamis  (18/6/2020).

Para pakar yang menjadi narasumber diantaranya Rektor/Pakar Lingkungan Universitas Palangka Raya Dr. Andrie Elia, Pakar Gambut Universitas Palangkaraya Prof. Dr. Salampak Dohong, Pakar Sosial Universitas Palangkaraya Prof. Kumpiady Widen, Dekan Fakultas Kehutanan/Pakar Gambut Universitas Lambung Mangkurat Dr. Kissinger, Pakar Sosial Universitas Lambung Mangkurat Dr. Sidharta Adyatma, Dekan Fakultas Kehutanan/Pakar Gambut Universitas Mulawarman Prof. Rudianto, Pakar Lingkungan Universitas Mulawarman Prof. Marlon Aipassa, Pakar Gambut Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Gusti Zakaria, Dr. Rossie Widya Nusantara dari Universitas Tanjungpura, dan Pakar Sosial Universitas Tanjungpura Dr. Agus Yuliono.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Alue Dohong didampingi oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Sigit Hardwinarto, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) M.R. Karliansyah, dan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead.

Sugiharto