COVID-19, Ekspor Hasil Hutan ke China Naik karena Ini

0
193
aktivitas di pabrik kertas (ilustrasi)
Indroyono Soesilo

Pandemi COVID-19 membuat permintaan global lesu yang berdampak melemahnya kinerja ekspor produk kayu. Namun yang menarik, ekspor ke China justru menunjukan peningkatan meski tipis. Penguasaan niche market menjadi kunci dan bisa menjadi pembelajaran ke depan.

“Kita patut bersyukur, karena walaupun diterjang pandemi Covid-19, nilai ekspor kita ke China masih dapat dipertahankan, bahkan meningkat sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu” kata Indroyono Soesilo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), yang juga sebagai Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) usai berdialog dengan Duta Besar RI untuk  China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, Senin (15/6/2020).

Sampai dengan Mei 2020, kinerja ekspor kayu olahan Indonesia turun 8,3%  yang diikuti dengan penurunan kinerja produksi kayu bulat alam sebagai pemasok bahan baku industri sebesar 21%.  

Khusus untuk pasar China, nilai ekspor produk hasil hutan Indonesia periode Januari– Mei 2020 tercatat sebesar 1,143 miliar dolar AS. Meski tipis, catatan tersebut justru meningkat sebesar 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,129 miliar dolar.

“Adanya niche market di pasar China, membuat ekspor  produk hasil hutan nilainya justru meningkat,” katanya.

Indroyono menguraikan, peningkatan terjadi pada produk-produk tertentu seperti plywood dengan kualitas tinggi yang naik 26%, produk kertas dari Hutan Tanaman Industri (50%), produk kerajinan (12%), chipwood (34%) dan woodworking (1%).

Meski beberapa jenis produk mengalami kenaikan, ada juga produk-produk yang mengalami penurunan seperti produk pulp (turun 5%), veneer (turun 40%), furnitur kayu (turun 42%) dan bangunan prefabrikasi (turun 100%).

Ia menambahkan, FKMPI akan terus melakukan upaya dialog secara intens terkait strategi peningkatan ekspor bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta KBRI di negara-negara tujuan utama ekspor kayu olahan Indonesia.

Sugiharto