Indonesia Ekspor Buncis ke Singapura

0
68
Buncis ekspor tujuan Singapura

Tak terhalang dengan wabah virus Corona, komoditas hortikultura masih banyak memenuhi permintaan pasar ekspor. Salah satunya sayuran buncis yang diekspor ke Singapura.

Juhara, Champion cabai dan sayuran di wilayah Bandung bersama Kelompok Tani binaannya tetap semangat memenuhi permintaan pasar dalam negeri maupun ekspor.

Dia menjelasakan  pihaknya kini tengah  membudidayakan buncis baby untuk dikirim ke Singapura. Budidaya tersebut dijalankan bersama kelompok tani binaannya yakni KT Biomedia yang diketuai oleh Wawan.

“Disamping sedang persiapan tanam cabai, kami sedang budidaya Buncis “Kenya Bean,” katanya di Bandung, Rabu (1/7/2020). Dia menambahkan budidaya yang dilakukannya masih dalam skala kecil, namun dengan pengaturan pola tanam yang tepat mereka mampu menyuplai pasar dalam negeri dan maupun untuk ekspor.

“Untuk ekspor bekerja sama dengan mitra perorangan dari singapura dan untuk dalam negeri mereka menyuplai PT Indo Eveergreen,” jelas dia.

Kerja sama ekspor yang dilakukannya dengan pihak Singapura sudah berjalan 5 tahun.  Pengiriman dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan total volume 1 ton per minggu.

“Meskipun masa pandemi Covid-19, permintaan buncis baby dari Singapura tidak menurun.  Produk-produk yang dikirim telah melalui proses penanganan pascapanen yaitu  sorting, grading, dan packing,” jelas Juhara.

Wawan, petani buncis baby mengatakan peluang bisnis buncis baby masih terbuka lebar. Menurut dia, volume permintaan ekspor sebenarnya lebih dari itu, tetapi pihaknya baru mampu memenuhi 1 ton per minggu.

“Sementara permintaan Evergreen minimal 100 kg per hari pun terkadang kami suplai kurang dari 100 kg,” kata Wawan.

Melihat peluang pasar yang ada, Juhara dan Wawan akan menguatkan kontinuitas produksinya. Kuncinya, kata dia, adalah kontinyuitas produksi.

“Kami akan menguatkan sisi on farm sekaligus off farmnya  dan rencananya ke depan dapat langsung menembus pasar ekspor tanpa menginduk ke pelaku bisnis lainnya,” sambung Wawan.

Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bandung memberikan bantuan sarana pascapanen. Tak hanya itu, rencananya ke depan akan dibantu juga untuk sertifikasi benih buncisnya.

“Rencananya tahun depan akan dialokasikan anggaran untuk pendaftaran benih buncis ke BPSB sehingga nantinya bisa dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa)”, ujar Felly Kepala Seksi Produksi Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi kemampuan petani dalam menangkap dan memanfaatkan peluang pasar hortikultura. 

Menurutnya, hal ini sejalan dengan Gerakan Mendorong Produksi, Maningkatkan Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikuktura atau yang dikenal dengan “GEDOR Horti” yang tidak lain outputnya adalah peningkatan ekspor hortikuktura.

Jamalzen