Kemitraan Bawang Putih Untungkan Petani

0
202
Petani peserta program kemitraan bawang putih di kawasan lereng Gunung Sumbing, Magelang, Jawa Tengah.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produksi bawang putih dalam negeri. Caranya melalui perluasan areal tanam dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, hingga pelaku usaha impor.

Seperti di Kawasan Lereng Gunung Sumbing Magelang. Pola kemitraan tanam antara petani dengan importir bawang putih dirasakan manfaatnya oleh para petani setempat.

Di kawasan itu terdapat tiga sentra bawang putih yang mengembangkan model kemitraan dengan importir yaitu Kecamatan Kaliangkrik, Kajoran dan Windusari.

Juli, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kerto Raharjo, Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik Magelang mengaku senang bisa memiliki pengalaman bermitra dengan importir.

Dia menyebutkan kelompoknya pernah bekerja sama dengan importir tahun 2019. Importir memberikan bantuan saprodi dan benih dari importir.

“Hasil panennya dibagi 80% untuk petani dan 20% untuk importir. Petani mendapat banyak keuntungan,” kata Juli yang dihubungi, Minggu (19/7/2020)

Senada, Sugeng, anggota Poktan Pituduh, Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangakrik, juga merasakan hal yang sama.

“Saya senang karena berhasil panen dan menguntungkan, hasil yang diperoleh saya jadikan benih dan ditanam lagi,” ujar Sugeng.

Tarman, ketua Poktan Suko Tani, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran menambahkan importir mitra bahkan mau membeli untuk konsumsi sebanyak 70 ton.

Padahal dalam Perjanjian Kerjasama atau PKS tidak disebutkan ketentuan bahwa importir wajib serap seluruh hasil petani.

“Saya dan anggota merasa terbantu karena importir mitra kami mau membeli hasil panen milik petani,” katanya.

Kemitraan bawang putih di Kawasan Lereng Gunung Sumbing, Magelang

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro menjelaskan kemitraan dengan importir di wilayahnya sudah berjalan dengan baik dan petani cukup terbantu,

“Dinas berkomitmen untuk terus mengawal kegiatan ini (bawang putih-red), dan berharap dapat terus berkembang untuk kesejahteraan petani kami,” katanya.

Direktur Sayuran & Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Kementan, Tommy Nugraha, meminta kemitraan yang telah terjalin antara petani dan importir di Magelang dapat terus berjalan harmonis.

“Program kemitraan bawang putih antara petani dengan importir di berbagai daerah terbukti bermanfaat untuk kedua belah pihak,” kata Tommy.

Jamalzen