Akses Petani ke PLN Makin Mudah

* Demi Menggenjot Produktivitas

0
84
Kerja sama Ditjen PSP dengan PLN lebih mudah memberikan dukungan kepada petani agar dapat mengakses jaringan listrik untuk kegiatan budidaya pertanian dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya produksi. "Berdasarkan fakta di lapangan penggunaan listrik untuk irigasi pertanian (irigasi perpompaan) dapat menghemat 60%-65% biaya operasional jika dibandingkan dengan penggunaan pompa berbahan bakar minyak," papar Sesditjen PSP, Gunawan.

Untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian dan peningkatan pendapatan petani, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan produktivitas, produksi dan ekspor serta peningkatan populasi ternak untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh negeri.

“Pertanian ke depan harus berbiaya rendah dan menggunakan modernisasi pertanian, sehingga efektif dan efesien dalam seluruh proses usaha tani. Dalam ekspansi pertanian Kementan juga fokus dalam mengoptimasi pemanfaatan lahan dan penyediaan air,” kata Mentan SYL.

Kementerian, lanjut Mentan SYL, juga berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan irigasi dengan menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan dan rendah biaya. “Ada tingkat efesiensi sekitar 50%-60% bila kita menggunakan sumber listrik untuk petani, daripada menggunakan sumber energi lain (seperti bensin),” papar Mentan SYL.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian menerjemahkan komitmen Mentan SYL itu salah satu upayanya adalah menjalin sinergi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan pertanian Indonesia. Direktur Jenderal PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy menjelaskan, konsep pertanian ke depan yang menurutnya akan fokus pada produksi dan produktivitas, rendah biaya, ekspansi pertanian serta mekanisasi dan riset.

Dia menjelaskan lebih rinci mengenai produksi dan produktivitas yang salah satu fokusnya adalah mencanangkan gerakan nasional peningkatan produktivitas produksi dan ekspor. Selain itu juga fokus pada peningkatan polulasi ternak, pengembangan SDM Pertanian, family farming dan pertanian masuk sekolah.

“Yang dimaksud pertanian rendah biaya salah satunya melalui penyediaan fasilitas pembiayaan (KUR bunga rendah),” kata Sarwo Edhy pada acara Webinar melalui aplikasi Zoom dengan tema “Listrik dan Produktivitas Usaha Tani” dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2020).

Selain itu ada pula program pengembangan kawasan berbasis koorporasi juga bantuan atau subsidi pertanian tepat sasaran. Untuk mekanisasi dan research Sarwo Edhy menjelaskan jika hal itu bermakna pengembangan dan penerapan mekanisasi pertanian pra dan pasca-panen serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi.

Sedangkan yang dimaksud ekspansi pertanian adalah optimasi pemanfaatan lahan, penyediaan air seperti irigasi, embung dan bangunan air. Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Gunawan menambahkan, sinergi program Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian dengan PLN dapat bersama-sama memfasilitasi infrastruktur pertanian seperti untuk pemanfaatan air tanah guna peningkatan IP padi sawah.

“Air merupakan kebutuhan utama dalam sektor pertanian dalam usahanya. Kegiatan pemgembangan sumber air yang dilakukan dalam bentuk irigasi perpompaan dan perpipaan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia tentunya memerlukan dukungan kelistrikan untuk usaha tani dalam rangka peningkatan produksi pertanian,” jelas Gunawan.

Sedangkan untuk optimasi pengembangan lahan rawa Gunawan menyebut fokusnya pada tata kelola air seperti rehabilitasi irigasi, pembangunan pintu-pintu air, pengadaan pompa air, pembuatan pipa, pengolahan lahan dan bantuan alsintan (alat mesin pertanian).

Sinergi dengan PLN menurut Gunawan akan mempermudah kinerja perusahaan penyedia listrik negara itu dalam menjangkau petani. PLN, katanya, dapat lebih mudah memberikan dukungan kepada petani agar dapat mengakses jaringan listrik untuk kegiatan budidaya pertanian dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya produksi. “Berdasarkan fakta di lapangan penggunaan listrik untuk irigasi pertanian (irigasi perpompaan) dapat menghemat 60%-65% biaya operasional jika dibandingkan dengan penggunaan pompa berbahan bakar minyak,” paparnya.

Selain itu, ia melanjutkan, penggunaan sistem kelistrikan juga berkontribusi terhadap sumber daya berkelanjutan. “Jika dilihat dari sisi kelestarian dan keberlanjutan sumber daya, penggunaan listrik untuk operasional pompa dapat mengurangi emisi gas karbon, sehingga lebih aman untuk lingkungan (ramah lingkungan),” paparnya.

Ditjen PSP Kementerian Pertanian sendiri siap mendukung program pemerintah dalam memperluas dukungan listrik dalam peningkatan produktivitas usaha tani dalam bentuk layanan “Electrifying Agriculture” dan berharap program ini dapat bermanfaat dan memberikan nilai tambah kepada petani.

Direktur Commerce and Customer Management PLN, Bob Saril mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian yang berupaya meningkatkan produktivitas agar memberi nilai tambah bagi petani Indonesia. Sejauh ini, katanya menjelaskan, PLN telah memiliki program di berbagai daerah yang difokuskan untuk sektor pertanian.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian yang mendorong produktivitas pertanian dan mendorong nilai tambah bagi petani. PLN dengan sistem kelistrikannya akan selalu hadir untuk meningkatkan produktivitas usaha tani,” tuturnya. PSP